Anang Filya

Monday, 5 February 2018

Baik Tidak Untuk Semua #TidakBerfaedah




Tuhan memberi kita otak, untuk berpikir dan menghasilkan pemikiran.
Tuhan memberi hati, untuk merasa dan menyeimbangkan logika.
Namun, kedua hal tersebut intinya untuk kita, dan sebagian kecil untuk manusia lainnya.

Dua hal itu tidak pernah cukup untuk dibagi dengan diri sendiri dan manusia lain secara merata.
Manusia satu yang istimewa saja tak bisa mengubah seluruhnya, apalagi kita yang cuma dilahirkan biasa.
Manusia satu yang istimewa saja tidak bisa mengubah keyakinan orang dekatnya, apalagi kita yang cuma numpang eksis di dunia.


Lalu, intinya, kenapa kita harus ngotot dan adu argumen dimana-mana untuk mencoba membenarkan sesuatu? Padahal kadar benar saja bisa berubah-ubah dalam pandangan manusia.

Hal baik tidak pernah cukup untuk dibagi, hal buruk tidak akan pernah berhenti menutupi.

Kita memang tidak akan bisa berpengaruh bagi semua, selalu saja ada yang tidak suka. Namun manusia istimewa mengajarkan kita untuk tidak menyerah, jangan menyerah, kebaikan tidak bisa dibiarkan berhamburan. Kita bertugas mengaturnya, agar sesuai jalan.

Jangan berhenti berusaha jadi baik, jangan berhenti sebarkan hal yang baik. Tidak harus kesemuanya kita arungi, cukup siapa yang kita ingin agar ia peduli.

Thursday, 2 November 2017

Senangnya Bisa Magang di Dentsu #CerPaeDah

Illustration Source: freepik.com

Ada rasa sedih saat saya harus tahu masa magang saya sudah akan berakhir. Tiga bulan merasakan keseruan bekerja di salah satu agensi iklan besar di Indonesia, membuat saya jadi agak lupa bahwa status saya masih mahasiswa semester lima - udah tau cari duit, sampe lupa sama kuliah.

Berbekal CV dan portfolio yang agak terburu-buru dibuat (bisa dilihat disini), saya beranikan apply ke beberapa agensi iklan melalui koneksi LinkedIn yang caranya sudah saya tulis di artikel "Tips Cari Magang yang Lebih Gampang".

Alhamdulillah selang dua minggu, saya mendapatkan kabar baik, ponsel saya berdering mendapatkan panggilan dari Mbak Uci, senior traffic Dentsu Impact yang tugasnya mengurusi alur pekerjaan dan juga karyawan baru yang akan masuk dan pergi dari perusahaan. Dalam percakapan telepon tersebut, intinya saya harus bertemu dengan Mas Riva (creative group head yang saya hubungi lewat LinkedIn) dan ngobrol-ngobrol atau istilahnya interview.

Dan dari proses bincang-bincang di Menara Sentraya lantai 35 yang lift-nya bikin saya sakit kepala tersebut, saya dipastikan bisa memulai magang satu minggu setelah Idul Fitri, ah senangnya.

Hari Pertama: Kepagian

Hari pertama magang pun akhirnya tiba, deg-degan pasti iya. Sampai-sampai terlalu semangatnya, saya datang kepagian. Dan setelah mengurus kartu akses dan menandatangani kontrak magang, saya langsung masuk keruang kerja Dentsu Impact yang bernuansa minimalis tapi sangat rapih. Sekedar informasi, Dentsu Impact adalah salah satu anak perusahaan iklan full service dibawah naungan Dentsu Aegis Network selain Dentsu Indonesia dan Dentsu One.

Di hari pertama, ke-awkward-an jelas terjadi. Saya nggak kenal siapapun, mau ngobrol bingung. Walaupun ada dua anak magang graphic design dan account executive yang berasal dari UI dan UMN, karena baru kenal, rasanya tetap canggung. Akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya kepada Kak Jesica, copywriter tim BRI yang nantinya bakal mengajari saya banyak hal.

"Kak, ada kerjaan apa ajah hehe?", canggung banget rasanya,
"Oh, belum ada sih, nanti kalo ada gue email" jawabnya agak jutek.

Di hari pertama itu, saya hanya browsing and do nothing, hingga sore hari akhirnya Kak Jesica memanggil saya untuk pekerjaan pertama saya sebagai seorang "Copywriter Magang".


Kebagian Tim BRI

Mas Riva adalah creative group head  BRI yang otomatis membuat saya juga masuk kedalam tim BRI. Sekedar informasi, Dentsu Impact menangani beberapa klien, namun tim inti dalam perusahaan ini adalah Tim BRI dan Tim Suzuki.

Pekerjaan pertama saya dalam tim BRI ini salah satunya adalah membuat copy untuk promo BRI Prioritas disalah satu merchant butik batik. Dan karena ini adalah pekerjaan dari BRI Prioritas, otomatis bahasa yang digunakan adalah bahasa inggris.

Kagok? sangat. Walaupun nilai TOEFL saya sudah cukup baik, 507 (Mas Riva bertanya nilai TOEFL saat interview), menulis copy dalam bahasa inggris membuat saya berpikir cukup lama dan takut salah. Mungkin karena belum terbiasa. Dan lagi, saya merasa tertekan ketika ada notifikasi email bahwa copy saya perlu direvisi. Dan itu, nggak hanya sekali. 

Dan saking lamanya saya mengerjakan pekerjaan pertama saya tersebut, teman magang saya Ivan sebagai graphic designer sampai nyeletuk.

"Lu bikin copy lama amat dah!" ketusnya,

"Sabar kek, lu pikir ini gampang" balas saya dalam hati, walaupun realitanya saya membalas dengan senyum kesal saat itu.

"Duh pekerjaan pertama aja kok susah banget yaa".

Benar-Benar Kerja

Walaupun status saya adalah mahasiswa magang, pekerjaan yang diberikan nggak memiliki perbedaan yang signifikan dengan karyawan native. Walaupun pasti, semua pekerjaan saya harus terlebih dahulu di-ACC Kak Jesica. Pokoknya, rasanya dikejar deadline, bete karena klien minta yang aneh-aneh, semuanya bakal kerasa.

Tapi untungnya, lembur bukan hal yang sering ditemui selama masa magang. Bisa dibilang, nggak lebih dari 10 kali kok. Sebagian lembur itu juga karena saat itu bertepatan dengan pembuatan materi iklan untuk dikompetisikan di Citra Pariwara.

Oh ya, untuk masalah Citra Pariwara ini, saya merasa beruntung walaupun hanya sebagai anak magang, kak Jesica nggak lelahnya mengajak saya yang pikirannya cetek ini ke ruangan meeting, untuk membicarakan konsep iklan yang akan dikompetisikan di ajang award bergengsi tersebut. Asyiknya lagi, creative director tim BRI, Mas Rino, selalu memberikan ruang bagi saya dan teman-teman magang untuk mengutarakan ide dan pendapatnya.

Pokoknya, budaya kerja di Dentsu Impact itu seru. Seru banget malah!

Kerja Santai, Harus Selesai

Di Impact, kita nggak bakal menemukan hal-hal semacam, kantor yang sudah penuh manusia saat pukul 9, ataupun karyawan-karyawan yang sampai kantor tepat waktu saat jam istirahat telah usai. Mau berapakali pun bikin kopi di pantry, atau bolak-balik ke Pujasera (tempat makan di basement Blok M Square), terserah!. Yang penting, harus standby saat dipanggil untuk meeting atau kerjaan yang harus disetor sesuai deadline.

Bikin Copy untuk BRI

Cerita Untuk DPLK

Seminggu berlalu setelah hari pertama magang, saya mendapatkan PR untuk membuat tiga cerita yang akan dijadikan sebuah commercial short movie DPLK. Fyi, DPLK adalah produk asuransi dan investasi dana pensiun milik BANK BRI. Cerita yang saya buat harus touchy, emosional, dan menggugah hati khalayak. Mirip-mirip iklan Thailand yang sering muncul di explorer Instagram gitu deh.

Hampir 3 jam saya memandangi laptop, "kok nggak ada ide yang keluar sih!". Saya jadi agak tertekan, belum lagi saya melihat Mas Riva dan Kak Jes dengan cepatnya sudah mengetik 3 sampai 4 sinopsis. Disitulah saya berpikir "apa jangan-jangan gue nggak cocok kali ya jadi copywriter"

Alhamdulillah-nya, saya dapat ilham dari yang maha kuasa untuk membuat cerita yang mengangkat kisah driver ojek online. Alhamdulillah-nya lagi, cerita saya itu dipuji oleh Mas Rino (creative director), katanya "Hmm.. nice story". Alhamdulillah-nya lagi, cerita saya menjadi satu dari tiga yang dipresentasikan ke klien. Ahh.. terharunya!!!!

Sayangnya, sampai sekarang, saya belum dapat kabar cerita mana yang akhirnya dipilih. Dan lagi, saya belum bisa publish cerita yang saya buat. Next, saya mungkin akan memperbaru post ini ketika saya sudah tahu hasilnya. Doakan saja yaa!

Copy Untuk Hari Pelanggan Nasional


Ketika waktu nggak kerasa, sudah hampir 2 bulan saya magang yang tiap harinya  biasanya diisi dengan mengerjakan tugas-tugas yang dibagikan Kak Jes, seperti bikin copy buat promo BRI ini dan itu, storyline, dan lain-lain. Nah, sore itu tiba-tiba ada e-mail masuk dari Kak Zika (account executive) yang isinya brief buat bikin slogan hari pelanggan nasional BRI. Seperti biasa, saya langsung menghampiri Kak Jes dan membuat copy sambil ketawa-ketiwi (intinya nggak niat). 

"Kak Jes, ini gini aja gapapa?", tanya saya;
"Udah... nanti paling direvisi wkwkwk" jawabnya sambil cengengesan.

Salah satu slogan yang saya buat berbunyi "Pelanggan Senang Hati, Hati Kami Senang" (bisa dilihat di post saya sebelumnya)

"Kalo sampe slogan itu kepilih, sumpah gue benci banget", ungkap Kak Jes sambil tertawa meledek saat melihat slogan receh yang saya buat.

Dan ternyata, slogan yang saya buat dengan sangat spontan sambil ketawa-ketiwi itu, terpilih dong! Saya merasa aneh, dan ngakak nggak karuan bareng Kak Jes. Slogan yang saya kira bakal tertawakan klien, eh malah dipilih. Walaupun merasa aneh, saya jelas tetep senang dong. Gimana enggak? Slogannya dipajang di KCP-KCP BRI (walaupun saya nggak tau di pasang diseluruh Indonesia atau nggak).

Memang, yang tahu nasib copy di-acc atau nggak, cuma Tuhan dan klien. Mungkin, hati saya juga sudah menyatu dengan BANK BRI. Oh ya, satu lagi, ada perasaan cukup aneh pas lihat karya kita dipajang didepan kantor BRI. Sumpah itu aneh banget! I can't explain it though.

Magang yang Sayangnya Harus Selesai

Tiga bulan yang diisi dengan kekocakan kantor Impact, sayangnya terasa sangat cepat dan bencinya, harus selesai. Saya merasa belum bisa membantu dan mengerjakan banyak hal. Untungnya, banyak sekali yang saya pelajari disana. 

Untuk Kak Jes, terimakasih untuk nggak lelah-lelahnya mengomeli copy saya yang alay dan selalu memberi solusi, mengajak saya meeting yang penting, makan bareng, masakin yang enak-enak, merekomendasikan saya jadi freelancer  dengan sangat maksimal (walaupun akhirnya belum bisa) pokoknya mentor yang terbaik, terbaik untuk curhat, dan terbaik-terbaik yang lain. 

Untuk Kak Syntia (art director yang nggak  saya sebutkan di post ini) juga terimakasih sudah jadi teman ngobrol yang asyiknya minta ampun, teman joget yang hebohnya bukan main, dan juga teman yang baik buat saya dan kak Jesica.  Untuk Kak Freddy, Mas Denzi, Kak Vinna, terimakasih untuk 3 bulan yang sangat menyenangkan makan bareng di Pujasera.

Untuk Mas Riva terimakasih sudah memberi saya kesempatan magang di kantor yang sangat menyenangkan tersebut. Dan juga sahabat-sahabat magang saya, Gita, Ivan, Ire, Arno, Arvin serta semua tim Impact yang sangat menyenangkan dan luar biasa.

Much Love For All of You!



"Gue jarang banget ngomong ini sama anak magang, tapi gue liat kalian adalah anak muda yang punya potensi yang besar. Gue seneng banget, ketika nanti kalian lulus, kalian mau kembali kesini, gabung sama kita lagi", ucap Mas Rino ke saya dan teman saya Ivan di hari terakhir magang.



Dan ini beberapa foto unfaedah yang harus saya upload, hehe.
Saat anak magang meramaikan halal bihalal Dentsu Aegis Network 

Pas Meeting Ala-Ala

Sehabis gajian, keliatan happy banget kan?

Pas syuting iklan ****** (rahasia dong)

Masih di lokasi syuting yang sama, ih ada helikopter!

Makan bareng cyin

Saat perayaan 17 Agustus


Wednesday, 20 September 2017

BRI National Customer Day 2017 #CERPAEDAH




Have you seen this banner at BRI Branches around you?
I feel that I am the luckiest boy on this earth when I know that my copy has selected for BRI National Customer Day 2017 campaign. For an intern boy like me, It is a meaningful achievement. I hope this way will guide me to my biggest dream "to be a great copywriter".



Hari Pelanggan Nasional BANK BRI
National Customer Day BANK BRI at Facebook

الحَمْد لله‎‎
Alhamdulillah
All praises be to Allah
The Lord of The World

SPC Z2 Orion: Smartphone Murah Berlayar Besar, Bisa Apa? #ReviewBerfaedah




Semuanya bermula saat saya sok tahu mengganti layar LCD ponsel milik Ibu saya Samsung Galaxy Young S6310 dengan berbekal video tutorial YouTube. Dan hasilnya? Ponsel jadul Ibu saya tersebut berhasil berjalan dengan baik selama 2 jam, setelah itu ponsel bergetar-getar dan tidak mau hidup. Sepertinya, walaupun saya mantan anak komputer, tangan saya tidak terlalu bagus dalam hal-hal yang berbau teknis hehe.

Dan karena hal tersebut, Saya akhirnya mulai mencari-cari ponsel yang cocok untuk Ibu saya di Bukalapak dan Tokopedia. Kriterianya tidak susah kok, yang penting layarnya gede, harganya murah. Udah cukup.

Akhirnya, setelah beberapa saat mengubek-ubek Bukalapak, saya menemukan satu seller yang menjual smartphone dengan nama SPC Z2 Orion. SPC Z2 Orion ini menjadi perhatian saya karena harga jualnya yang hanya Rp 700 Ribuan namun layarnya sudah 5.5 inch. Apalagi, nama SPC bukanlah hal yang asing dalam kehidupan saya, brand asal Tiongkok ini sebelum masuk ke dunia per-gadget-an, sudah lebih dulu menjual berbagai sparepart dan aksesoris untuk PC dan Notebook. Sehingga tanpa pikir panjang, saya langsung membeli smartphone ini (mumpung duit masih ada hehe).

Alhasil, setelah beberapa hari menggunakan smartphone ini, apa saja sih kelebihan dan kekurangan dari SPC Z2 Orion ini. Nah kalau penasaran, simak ulasan singkat dari mas Anang berikut ini yaa.

Desain yang Lumayan “Chantique”

Review SPC Z2 Orion
Sisi desain merupakan salah satu hal yang membuat saya terpukau oleh ponsel murah ini. Walaupun masih menggunakan material plastik dan belum menganut sistem unibody, ponsel ini terasa kokoh dan mantap digenggam. Finishing-nya lumayan rapih walaupun ada sedikit warna cat yang tidak rata disisi bumper. Oh ya, SPC Z2 Orion memiliki tiga varian warna, Dark Blue (seperti milik saya), Gold, dan Silver.

Sedangkan kekurangan dari sisi desain ponsel ini adalah yang pertama adalah bobotnya yang berat. Serius, berat banget. Dan yang kedua adalah tebal, walaupun sebenarnya ponsel yang tebal membuat ponsel lebih ergonomis karena lebih mantap digenggam.

Layar Besar Tapi Kusam

Review SPC Z2 Orion
Layar berukuran 5.5 inch adalah faktor utama yang membuat saya memilih SPC Z2 Orion. Bukan tanpa alasan tapi “Hape mana coba yang punya harga 700 ribu layarnya 5.5 inch?”. Saya rasa masih jarang brand lokal yang berani menawarkan harga semurah ini untuk layar seluas itu. Dan lagi, ponsel ini untuk Ibu saya yang matanya sulit untuk melihat teks yang kecil, sehingga ukuran 5.5 inch saya rasa ideal untuk orang tua semacam Ibu saya. Untuk informasi, layar SPC Z2 Orion juga sudah mengusung teknologi 2.5 D yang membuatnya lebih menyenangkan untuk diusap-usap.

Walau begitu, ada kekurangan yang menurut saya sedikit menggangu. Resolusi layar di SPC Z2 ini bisa dibilang rendah untuk ukuran ponsel masa kini. Bayangkan, untuk layar seluas 5.5 inch, resolusi yang ditawarkan hanyalah 480 x 854 pixel (FWVGA) yang berarti kerapatan pikselnya hanya 178 ~ppi. Jadi jangan harap untuk dapat menikmati suguhan layar yang jernih dan tajam. Namun, kembali mengingat harga yang ditawarkan, saya rasa ini masih cukup sepadan kok - masa iya, harga murah mau minta lebih, yang bener aje lu tong.

Performa? Hmm...

Perlu saya ingatkan kembali, Saya beli ponsel ini terkhusus untuk Ibunda saya tercinta, yang cuma butuh Whatsapp, telpon dan SMS agar bisa berkomunikasi dengan anak tercintanya ini. Dan untuk kebutuhan Ibu saya tersebut, SPC Z2 mampu mengakomodirnya dengan sangat baik.

Terus kalo buat main game, bisa nggak?


Ketika ponsel ini pertama kali dihidupkan, ada beberapa aplikasi dan game bawaan semacam BBM, Whatsapp, UC Mini, dan Beach Buggy Racing. Dan ketika saya coba aplikasi-aplikasi dan  game balapan tersebut, It can run pretty smooth. Mengejutkan memang, karena ketika melihat spesifikasinya, ponsel ini bisa dibilang ‘cemen’.

Prosesor quad core 1.2 GHz yang sayangnya tidak disebutkan siapa manufaktur pembuatnya, RAM 1 GB plus ditunjang GPU Mali 400MP, memang memberikan performa yang lumayan. Walau tidak bebas dari lag. Seringkali saya merasa ponsel ini perlu proses berfikir yang cukup lama untuk membuka satu aplikasi, rasa-rasanya ponsel ini ingin berkata “Hmm.. Buka nggak ya.. Buka nggak ya.. Ah, buka ajadeh”.

Beberapa kali saya juga merasa launcher bawaan SPC Z2 Orion ini tersendat dan agak ‘seret’ saat menjelajah antarmukanya. Maka dari itu, saya lebih memilih untuk menggunakan launcher pihak ketiga, Nova Launcher. Yang ternyata memang memberikan performa yang lebih baik pada ponsel ini.

Kamera Apa Adanya


Mengsung kamera belakang beresolusi 8 MP dan kamera depan 5 MP, foto yang dihasilkan oleh kamera ini biasa-biasa saja. Sesuai lah dengan harganya. Intinya, yang penting foto masih kelihatan, hehe. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah hasil foto dari kamera SPC Z2 Orion.

Platform

Dianugerahi sistem operasi Android 6.0 Marshmallow yang hampir murni, membuat SPC Z2 Orion minim akan kustomisasi. Selama penggunaan saya beberapa hari, saya hanya menemukan dua fitur yang tidak ada pada Android default.

Pertama adalah kustomisasi fungsi tombol kapasitif, yang mana membuat kita bisa mengatur fungsi dari 3 tombol dibawah layar tersebut. Misalnya, ketuk tombol home dua kali untuk mematikan layar.

Kedua, ponsel ini memiliki fitur gesture semacam ketuk dua kali untuk membangunkan ponsel atau istilah kerennya double tap to wake, membentuk huruf C di layar ketika mati untuk membuka menu panggilan dan lain-lain. And It’s enough to surprise me that these features could run pretty well.

Baterai


Untuk masalah baterai, sayangnya saya tidak menguji kemampuannya secara intens. Saat digunakan untuk streaming YouTube secara terus menerus, ponsel ini mampu memberikan screen on time sekitar 3 jam. Patut diketahui. screen on time tersebut saya dapatkan ketika menggunakan SPC Z2 Orion dalam keadaan terkoneksi dengan wifi dan tanpa kartu sim. Dan saya belum menguji kemampuan baterainya saat digunakan dalam kondisi terkoneksi jaringan 3G.

Kesimpulannya

Sebagai catatan, ponsel ini tidak mendukung konektivitas 4G. Sehingga, apabila kamu mencari smartphone untuk mengincar paket-paket internet murah, ponsel ini jelas bukanlah pilihan yang tepat. Namun apabila kamu mencari smartphone terkhusus untuk orang tua ataupun smartphone cadangan dengan performa lumayan, layar besar dan desain yang nggak memalukan, SPC Z2 Orion adalah jawaban yang paling tepat.

Kelebihan

  • Harga murah
  • Layar besar
  • Desain cantik
  • Layar sudah 2.5D
  • Bonus ultra-thin case dan screen protector
  • Android Marshmallow

Kekurangan

  • Tidak support 4G
  • Performa biasa saja
  • Layar kusam dan resolusi rendah


Tuesday, 5 September 2017

Surface Pro 2 di Tahun 2017, Masih Oke? #REVIEWBERFAEDAH

Review Surface Pro 2 di 2017

Sejak membaca artikel perilisan tablet Microsoft Surface pada tahun 2013, saya merasa perangkat tersebut adalah salah satu keajaiban yang diciptakan oleh para enggineer. Gimana enggak? Sebuah tablet yang berukuran sangat kompak hanya 10.1 inch, memiliki jeroan spesifikasi dan kemampuan layaknya laptop pada umumnya, malah bisa lebih. Kan saya jadi pengen pakai banget.

Alhamdulillah-nya, saya akhirnya punya kesempatan untuk memiliki tablet besutan Microsoft tersebut. Walaupun harus menunggu selama 4 tahun lebih plus Surface yang saya beli bisa dibilang seri jadul, Surface Pro 2 - sekarang sudah keluar Surface generasi ke-5. Yah, yang penting saya bisa punya saja sudah untung.

Nah kalau begitu, apakah Surface Pro 2 yang rilis di akhir 2013 ini masih relevan dan cocok dipakai di tahun 2017 dan apa saja kelebihan dan kekurangannya. Simak ulasan saya yang sudah memakai tablet konvertibel ini selama hampir 5 bulan ini ya.

Lebih-Lebihnya

1. Desainnya Oke, Pakai Banget!

Review Surface Pro 2 di 2017
Desainnya Chantique ya?

Walaupun Surface Pro 2 adalah perangkat yang dirilis ditahun 2013, desainnya masih sangat pantas untuk dipakai mejeng dimana-mana. Ukurannya kecil, ringkas, ringan apalagi kalau pakai keyboard cover yang warna-warni, desain tablet ini pasti kelihatan ngejreng banget - saya punya keyboard cover warna cyan blue.

Oh ya, tablet ini dibalut material metal diseluruh body-nya dan saya yakin ini kokoh banget. Pernah sekali saya tidak sengaja menjatuhkan tablet ini dari atas kursi kelas, hasilnya? Tidak apa-apa... Tidak apa-apa... Sepertinya, Microsoft memang membuat konstruksi laptop ini dengan sangat baik, well done Microsoft!.

2. Layar Jernih, Sejernih Air Mata Tinkerbell

Review Surface Pro 2 di 2017

Surface Pro 2 mengusung layar 10.1 inch berjenis IPS beresolusi Full HD (1920 x 1080 pixel), yang mana membuat layar tablet ini tajam pakai banget. Apalagi layarnya juga mendukung touchscreen, sehingga pengalaman menggunakan Windows 10 akan lebih maksimal.

Dan Kalau dibandingkan laptop-laptop kelas menengah, kualitas layar Surface Pro 2 ini sangat jauh berada diatasnya. Ditambah lagi, layarnya sudah memakai perlindungan Gorilla Glass - saya belum tahu sih versi berapa.

3. Performa Ngebut

Disokong prosesor Intel Core i5 4200U ditunjang RAM sebesar 4 GB, membuat performa tablet ini berjalan sangat smooth. Sangat jarang saya rasakan lag ataupun lemot. Membuka banyak tab di Opera, membuka  Adobe Photoshop, edit video lewat Adobe Premiere, dengan sinkronisasi semua sosial media semacam Instagram, Facebook dan juga aplikasi penyimpanan One Drive hidup, semuanya dapat dijalani tanpa masalah. Inilah hal positif dari perangkat-perangkat yang memang dikembangkan sendiri oleh si pengembang software. Disini, Microsoft benar-benar mengoptimalkan perangkat tablet yang walaupun sudah berumur 4 tahun, tetap terasa responsif dan smooth.

4. Stylus Pen

Review Surface Pro 2 di 2017

Kelebihan layar Surface Pro 2 selain bisa disentuh, juga dapat merespon stylus pen besutan Wacom yang disertakan dipaket penjualannya. Bagi seorang desainer, fitur ini pasti sangatlah penting, apalagi stylus pen yang disertakan memiliki sensitifitas tekanan hingga 1024 titik. Walaupun saya bukanlah desainer, tapi fitur-fitur pendukung seperti sketch screen sangat membantu saya dalam kegiatan sehari-hari, karena mencatat hal-hal kecil jadi sangat mudah dan lebih cepat. Atau kalau saya sedang tidak ada kerjaan atau bahasa kerennya 'gabut', saya bisa menggambar tanpa perlu menghabiskan kertas. Serius deh, menggambar di layar Surface Pro 2 ini enak banget.

5. Windows 10

Review Surface Pro 2 di 2017

Windows 10 memang bisa digunakan diberbagai PC dan laptop baik murah ataupun mahal. Tapi serius, karena ini perangkat besutan Microsoft yang mana adalah si empunya Windows 10, saya merasa Windows 10 Pro berjalan sangat baik bahkan lebih baik dibanding laptop-laptop teman saya yang notabene punya spesifikasi lebih tinggi.

Apalagi karena Windows 10 memang dioptimalkan untuk perangkat touchscreen ditambah dukungan-dukungan aplikasi populer semacam Instagram, Facebook dan Twitter membuat tablet ini sangat asyik digunakan untuk bermain sekaligus bekerja. 

Kurang-Kurangnya

1. Baterai Boros

Baterai boros adalah kekurangan yang menurut saya paling mengganggu. Bagaimana tidak? Dalam satu kali charge, laptop ini hanya bisa bertahan 3 sampai 4 jam. Hal tersebut mungkin terjadi karena isu battery drain yang ada di Surface Pro 2 setelah di upgrade ke Windows 10. Seperti yang banyak didiskusikan para pengguna Surface Pro 2 di forum windowscentral.com. 

Apakah ada solusinya?

Microsoft tidak memberikan tanggapan apapun terkait isu ini, namun mereka menyarankan untuk selalu menggunakan Surface Pro 2 dalam keadaan terhubung dengan charger apabila memungkinkan. Hmm, repot juga sih.

2. Panas

Saat digunakan terlalu lama dengan beban kerja yang cukup intens, panas terasa di body Surface Pro 2 ini sedikit berlebihan. Entah saya kurang tahu, apakah ini karena masalah software atau karena material metal yang menyelimuti body adalah konduktor panas.

Kesimpulannya?

Untuk sebuah perangkat yang dirilis tahun 2013, Surface Pro 2 adalah perangkat yang hebat. Hebat untuk diajak bermain dan bekerja. Semuanya bisa berjalan dengan lancar dan optimal. Hanya saja, performa baterai yang buruk dan panas yang berlebih, membuat kenyamanan menggunakan Surface Pro 2 menjadi sedikit banyak berkurang.

Sunday, 27 August 2017

Tips Cari Magang yang Lebih Gampang #TIPSAEDAH

Sumber: Freepik

Rasa-rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Maklum, saya sedang jadi orang sibuk baru hehe. Alhamdulillah, saya sekarang sedang menjalani masa magang atau bahasa kerennya internship program di Dentsu Impact, salah satu anak perusahaan agensi iklan Dentsu Aegis Network, yang bisa dibilang salah satu perusahaan iklan terbesar di Indonesia. Ih, saya jadi bangga hehe.

Tapi kali ini, saya belum akan membahas pengalaman magang saya, namun lebih kepada berbagi “bagaimana proses untuk mendapatkan magang, tapi tidak ada kenalan orang dalam” yang semoga saja bisa membantu teman-teman. Penasaran? Ini dia tipsnya.

Studentjob.co.id


Pasti banyak dari teman-teman yang sudah tahu akan website penyedia informasi pekerjaan ini. Teman-teman hanya perlu klik menubar “Magang” di halaman utama web studentjob.co.id, maka akan terpampang daftar lowongan-lowongan magang yang berasal dari startup dan juga perusahaan-perusahaan besar. Dan cara mendaftarnya, tinggal klik “apply”, unggah CV, dan berdoalah untuk segera dihubungi perusahaan yang kamu tuju.

Kunjungi Website Perusahaannya

Tampilan laman tokopedia.com/career

Apabila kamu membidik perusahaan besar semacam Unilever dan beberapa startup seperti Tokopedia dan Bukalapak, kebanyakan dari mereka menyediakan berbagai informasi seperti intership vacancy melalui website perusahaan. Contohnya Tokopedia, apabila kamu mau magang disalah satu online marketplace terbesar di Indonesia ini, cukup buka http://www.tokopedia.com/career maka akan muncul berbagai lowongan diberbagai bidang pekerjaan, baik untuk program internship maupun recruitment.


“Terus, kalo diwebsitenya ngga tersedia laman khusus informasi pekerjaan dan juga nggak nyebarin ke website-website semacam Studentjob?


Disetiap website perusahaan, pasti ada laman “Contact Us” yang mencantumkan berbagai kontak yang dapat dihubungi oleh publik. Nah, tinggal tanyakan saja melalui kontak e-mail atau telepon yang tersedia, apakah ada lowongan magang. Mudah bukan?

LinkedIn

Sumber: Freepik

Situs jejaring sosial yang berorientasi bisnis ini bisa jadi media yang ampuh bagi teman-teman yang sedang mencari tempat magang. Saya pribadi menggunakan LinkedIn untuk mendapatkan kontak “orang-orang dalam”.

Caranya?”

Saya akan membagikan pengalaman saya dengan jejaring sosial milik Microsoft ini. Yang pertama setelah membuat akun LinkedIn, saya langsung “Connect” atau bahasa sederhananya Follow orang-orang yang berprofesi copywriter, sesuai dengan profesi yang saya inginkan. Atau jika ingin membidik perusahaannya, cukup cari nama perusahaan, maka akan muncul daftar pekerja di perusahaan tersebut. Setelah dikonfirmasi, kita bisa mengirim pesan baik melalui fitur chat yang tersedia, maupun kontak pribadi semacam e-mail atau nomor telepon, tentang lowongan magang. Dan cara ini terbukti ampuh, bagi kamu yang tidak punya kenalan “orang-orang dalam”. Dan alhamdulillah-nya, saya menghubungi seorang creative director yang sangat baik, tidak lama saya mengirim pesan, ia langsung memberikan respon agar saya segera mengirim CV dan portfolio ke e-mailnya. Sungguh beruntungnya saya hehe.

Sosmed: Facebook, Twitter, Instagram

Grup Facebook Ahensi Ex Ahensi

Ada beberapa akun sosial media yang dengan baik hatinya membagikan berbagai lowongan pekerjaan, baik magang, part time, maupun recruitment secara gratis. Salah satu contohnya adalah akun Twitter: @KampusUpdate yang menyediakan update lowongan pekerjaan secara berkala. Semoga admin-admin dibelakang akun-akun semacam Kampus Update diberi kelapangan rejeki dan balasan pahala yang besar ya, hehe.

Dan apabila teman-teman adalah mahasiswa ilmu komunikasi atau desain komunikasi visual, tidak ada salahnya untuk mencoba bergabung disalah satu grup Facebook yang berisi praktisi-praktisi iklan, Ahensi Ex Ahensi. Grup Facebook yang beranggotakan lebih dari 36 ribu manusia-manusia keren tersebut seringkali menyediakan informasi lowongan pekerjaan yang bersumber langsung dari “orang-orang dalam”, keren bukan?

Friday, 26 May 2017

Rich Kids: Ngaku Kaya, Coba Daftar Medsos Ini #CERPAEDAH

Rich Kids: Medsos Khusus (Literally) Horang Kayah
Ada berapa aplikasi media sosial yang kamu tahu? Instagram, Facebook dan Twitter, mungkin adalah beberapa nama jejaring sosial yang sudah umum di dalam keseharian kita. Namun, tahukah kamu tentang jejaring sosial bernama Rich Kids? Mungkin namanya masih asing di telinga sebagian besar orang, namun sesuai namanya, Rich Kids merupakan jejaring sosial yang ditujukan untuk orang-orang berduit lebih.

Biaya Keanggotaanya Seharga iPhone 7


Pada dasarnya, semua orang dapat mendaftar di situs ini secara gratis menggunakan akun Facebook. Namun untuk dapat mengunggah foto dan menikmati berbagai fitur, kamu diwajibkan untuk membayar biaya langganan sebesar 1000 Euro atau sekitar Rp 14,9 juta perbulan. Sebuah harga yang fantastis untuk sebuah keanggotaan media sosial yang sebagian besar tidak memungut biaya sepeserpun untuk mendaftar. "If it's too much for you, it's not for you," tulis Rich Kids di situsnya.

Media Sosial Ini Bertujuan untuk Memamerkan Status Sosial

Source: richkids.life

Tujuan dari jejaring sosial ini adalah membuat status dan simbol kekayaan bagi penggunanya, di mana banyak pengguna Instagram yang menarik perhatian banyak penggunanya dengan kekayaan yang palsu, sedangkan di Rich Kids, pengguna harus membayar mahal untuk menikmati fitur yang ada.

Isinya Cuma Orang-orang yang Pamer Kekayaan

Source: richkids.life
Sesuai dengan namanya, Rich Kids berisi foto-foto yang diunggah para miliuner dalam melakukan kegiatan sehari-hari, mulai dari terbang dengan jet pribadi, pamer mobil mewah, dan kegiatan pamer-pamer yang lainnya.

Sebagian Keuntungan Rich Kids Disumbangkan untuk Kepentingan Pendidikan

Source: richkids.life
Kabar baiknya, CEO Rich Kids Juraj Ivan mengungkapkan, sebagian keuntungan dari pendapatan jejaring sosial yang mengklaim dirinya paling ekslusif di dunia ini, akan disumbangkan untuk keperluan pendidikan anak-anak miskin. Tertarik? Kamu bisa download aplikasi RichKids di App Store maupun Google Play Store secara gratis. Tapi jangan sampai ngutang cuma buat daftar, ya.

Artikel ini telah tayang di IDN Times dengan judul "Rich Kids: Medsos Khusus (Literally) Horang Kayah"

Saturday, 20 May 2017

SKMEI 9092CL : Bukan Jam Tangan Pasar Malem #REVIEWBERFAEDAH

Jam SKMEI 9092CL


Apa yang ada dipikiran teman-teman apabila mendengar jam tangan murah?


Ah pasti KW tuh...

Ah jam tangan abal-abal...

Ah pasti jam tangan beli di pasar malem...



Eiitss jangan salah, mungkin teman-teman belum tahu satu brand jam tangan yang murahnya nggak karuan, tapi kualitasnya menawan. SKMEI namanya. Masih asing? pasti. Brand SKMEI memang nggak sepopuler Casio atau QQ yang memang sudah lebih dulu terjun dipasar jam tangan terjangkau.

Hmmm... Emang SKMEI ini bener-bener bagus?


Untuk masalah bagus atau enggaknya, mari kita ulas jam tangan yang saya beli di Jakartanotebook.com seharga 75ribu ini.

KELEBIHAN

1. Desain
Jam SKMEI 9092CL
Bagian Depan SKMEI, kacanya tebel loh!

Jam SKMEI 9092CL BAGIAN DEPAN
Frame sama bagian belakangnya kayak pake besi sih 

Tampilan luar jam tangan ini ‘kece’. Simple, minimalis, nggak norak dan bernuansa casual. Penunjuk angkanya menggunakan angka romawi, walaupun saya lebih suka angka-angka pada umumnya, tapi sepertinya ini sudah cukup baik, semuanya keren. Strapnya yang berbahan kulit sintetis juga nggak kalah keren, hitam dibagian luar dan cream di bagian dalam, perpaduan warna yang pas. Saya suka sih hehe.

Sebenarnya, ada 3 varian warna dari jam tangan SKMEI ini, yaitu warna hitam, coklat, dan hitam dengan bagian dalam putih. Dan alasan saya memilih yang warna hitam dengan bagian dalam putih, karena warnanya netral, jadi cocok dipakai kapan saja.

2. Build Quality

Jam SKMEI 9092CL STRAP
Bagian dalam strap SKMEI

Jam SKMEI 9092CL BAGIAN DEPAN
Tuh ada tulisan genuine leather, tapi kayaknya sih sintetis


Salah satu hal bikin saya kaget adalah material yang dipakai jam tangan bernomor seri 9092CL ini. Bagus pake banget. Nggak ada kesan ringkih atau menye-menye kalau dipasangkan ditangan. Bener-bener solid, kaca yang dipake dibagian depan pun tebel dan kokoh, maetrial kulit yang bertuliskan genuine leather juga terasa lumayan baik, pokoknya keren. Mungkin banyak orang yang bakal kaget kalau tahu harga jam tangan ini dibawah 100ribu.



3. Fitur yang nggak bohong

Sering lihat jam-jam murah yang dijual dengan embel-embel water resistant tapi kesiram air wudhu langsung mati? Yah, mungkin hal tersebut nggak bakal terjadi di SKMEI 9092CL ini.

Fitur water resistant-nya nggak bohong, saya siram-siram, guyur-guyur-guyur, masih oke-oke aja. Tapi patut diketahui, walaupun tertulis water resistant 30M, bukan berarti jam ini tahan air buat menyelam di kedalaman 30 meter, tapi maksudnya adalah jam ini tahan tekanan atmosfer hingga 3 ATM-untuk keterangan lebih lanjutnya, bisa search di google.

Jam tangan ini hanya bertahan pada guyuran air yang ringan, bukan diperuntukkan untuk menyelam. Jadi jangan sekali-kali pakai jam 75 ribu ini buat diving atau snorkling ya.

KEKURANGAN

KEMASAN Jam SKMEI 9092CL BAGIAN DEPAN
Cuma dapet jam+plastik ;D

Hal yang kurang dari pembelian jam ini cuma satu, packaging-nya. Lha gimana nggak kurang, wong saya cuma dapet jam yang berbalut plastik tipis, no box, no seal. Tapi sekali lagi, harganya yang teramat murah untuk fitur-fiturnya, saya nggak mau berkomentar yang lebih-lebih lagi – wong ini aja udah murah banget.


KESIMPULAN

Saya yakin, jam ini nggak akan cocok untuk semua orang - terutama buat orang kaya. Karena yang pertama pasti adalah dari merek SKMEI itu sendiri yang belum terkenal. Mungkin malah akan banyak orang yang menilai jam tangan ini abal-abal,

Tapi diluar itu, jam tangan ini bagi saya sudah melampaui ekspektasi saya akan jam tangan murah. Jauh apabila dibandingkan dengan jam tangan pasar malam yang strap-nya sering putus kalau dipake tepuk tangan-maklum penonton bayaran. Kalau ada yang ngatain "Idih pake jam tangan murah"
Jawab saja "Lah emang ini murah wkwkw", yang penting belinya pakai uang halal hehehe.

Thursday, 11 May 2017

Axioo Windroid 7 : Tablet Praktis Nggak Bikin Skoliosis

Axioo Windroid 7


Sebenarnya, sudah agak lama saya terganggu dengan beratnya laptop empat belas inch yang harus saya bawa setiap hari. Rasa pegal linu di pundak pun seringkali nggak terhindarkan. Kadang-kadang saya pun takut kalau nanti saya terkena kelainan tulang belakang seperti skoliosis, lordosis, kifosis - yang dulu diajarkan waktu jaman sekolah dasar.

Agak berlebihan mungkin, tapi kan jadi nggak lucu kalau punggung saya bungkuk atau miring sebelah gara-gara keseringan bawa laptop yang beratnya 2.5 Kg. Nah dari situlah, saya mulai mencari-cari "ada nggak sih tablet bersistem operasi Windows yang ukurannya ringkas tapi bisa ngejalanin Office secara penuh gitu?"

Dan setelah mengubek-ubek  beberapa situs belanja online, akhirnya saya mendapatkan sebuah gadget yang saya rasa cocok dengan kebutuhan saya saat ini, Axioo Windroid 7. Tablet berukuran layar 7 inch, dengan dual operating system Android dan Windows 8.1.

Terus, hal-hal apa saja sih yang membuat saya memutuskan memilih Axioo Windroid 7 ini? Dan kelebihan-kelebihan apa saja sih yang ada di tablet ini? Nah untuk referensi, berikut ini  4 alasan, mengapa Axioo Windroid 7 ini layak banget buat dimiliki.

1. Ukuran yang ringkas dan ringan
Axioo Windroid 7
Ukuran ringkas Axioo Windroid 7 yang mirip buku tulis

Saya memang mencari perangkat yang ringkas dan tidak menjadi beban di pundak, dan apa yang disuguhkan Axioo Windroid 7 ini saya rasa sangat sesuai dengan harapan saya. Ukuran layar yang hanya 7 inch, yang merupakan ukuran standar bagi sebuah tablet masa kini, membuat enak dibawa kemana-mana.

Apalagi, bodynya yang berbalut plastik, membuat bobot tablet ini menjadi ringan. Serius deh, nggak bakal capek walaupun memegang Axioo Windroid 7 ini lama-lama. Dimasukkan ke dalam tas, juga nggak akan memakan banyak tempat. Pokoknya praktis, selamat tinggal pundak yang pegal linu. Hehe

2. Windows 8.1 Original
Sistem Operasi Windows 8.1 yang original, uh senangnyaa!

Dari awal saya punya komputer jinjing, belum sekalipun saya pernah menginstal sistem operasi Windows yang resmi.  Dan Axioo Windroid 7 ini, untungnya sudah dibekali Windows 8.1 with Bing preinstalled.  Kabar baiknya, tablet ini juga sudah mendukung upgrade Windows 10 yang bisa dilakukan dengan metode OTA (Over The Air). Belum lagi, Axioo juga menawarkan Office 365 secara gratis selama setahun. Ah, senangnya pakai Windows original.

3. Tablet sekaligus Laptop

Poin ini adalah salah satu poin terpenting mengapa Axioo Windroid 7 ini layak banget buat dimiliki. Walaupun tablet ini mengusung dual os Android dan Windows 8.1, saya rasa hal yang menjadi senjata ada di kapabilitasnya menjalankan sistem operasi Windows.

Walaupun Android menawarkan berjuta-juta aplikasi melalui Playstore, tapi saya yakin tidak ada yang bisa menandingi fleksibilitas dan kenyamanan Microsoft Office yang berjalan di sistem operasi Windows.

Kalau mau dijadikan laptop pun, tinggal beli keyboard eksternal dan jadilah mini-laptop yang siap diajak kerja. Praktis banget kan?

4. Harga yang benar-benar rasional
Daftar harga Axioo Windroid 7 di Tokopedia, Murah banget kan!

Lalu, berapa sih harga yang harus ditebus untuk semua fitur yang sudah dipaparkan tadi. Mungkin teman-teman akan terkejut. Satu unit Axioo Windroid 7 bisa teman-teman bawa pulang hanya dengan harga 600 ribuan saja -untuk kepastian harga silahkan cek di sini.


Kesimpulan
Saya rasa, apa yang disuguhkan Axioo melalui Windroid 7 ini sudah memenuhi kebutuhan saya sebagai mahasiswa yang memerlukan perangkat setingkat laptop namun sepraktis tablet. Klaim Axioo tentang, "Axioo Gadget Indonesia Keren Gak Bikin Kere" juga sangat terbukti dan bukan basa-basi. Kapan lagi, punya tablet yang bisa diajak main dengan Android, sekaligus bekerja dengan Windows namun dengan harga yang benar-benar murah. Gadget berfaedah, nggak pernah semurah ini!

"Axioo,  Gadget Berafedah Nggak Pernah Semurah Ini"


Wednesday, 3 May 2017

Beli Sneakers Online Murah? Disini Tempatnya #TIPSAEDAH


Makin kesini, semakin banyak orang yang paham dan sadar akan kualitas sebuah produk original sebuah brand. Sneakers original merupakan salah satu produk yang paling diminati dan dicari terutama bagi kalangan muda. Dan kita semua tahu, harga dari satu pasang sneakers original bisa jadi jumlah uang yang harus dikeluarkan sebulan untuk makan dan minum bagi para mahasiswa kost-an. Lalu, apakah kita sebagai mahasiswa kost harus menyerah untuk mendapatkan sneakers original yang murah? Tentu saja tidak, hehe. Kali ini berdasarkan pengalaman saya sendiri dan beberapa teman dekat, saya akan memberitahukan tiga toko sneakers online yang jelas engga mahal, tapi pasti original.

1. Berrybenka

Tampilan Webstie Berrybenka.com Sneakers
Tampilan Website Berrybenka.com
Nama Berrybenka mungkin tidak sefamiliar Lazada ataupun Tokopedia. Namun jangan salah, Berrybenka punya kelebihan yang tidak dimiliki Lazada ataupun e-commerce yang lainnya. Yang pertama, diskon yang tidak ada batasannya. Sering lihat diskon di situs e-commerce yang nominal nya besar, bisa sampai 30% atau 40%, tapi batas maksimum diskon hanya 100 ribu rupiah. Hal tersebut tidak terjadi di Berrybenka.

Saya pernah membeli satu sneakers Nike Air Force 1 dengan harga sekitar  800 ribuan, dan karena voucher diskon 25% dari berrybenka, maka harga sneakers tersebut menjadi sekitar 600 ribuan, lumayan kan?
Belum lagi ketika pesanan saya sampai, saya terkesima dengan packaging dari Berrybenka. Saya bisa bilang, ini adalah Packaging yang paling rapi dari sebuah toko online yang pernah saya terima.

2. Lazada.co.id


Lazada Sneakers


Jaman sekarang, siapa sih yang tidak tau Lazada. Situs belanja online terbesar di Indonesia ini selalu menawarkan berbagai diskon yang bikin banyak orang gatal untuk berbelanja. Sneakers merupakan salah satu kategori yang diskonnya cukup besar. Berdasarkan pengalaman beberapa teman, mereka berhasil mendapatkan sepatu New Balance original seharga 350 ribuan saja. Murah banget kan?

Namun sayangnya, harga di Lazada ini tidak menentu. Pernah saya mengecek harga sepatu dipagi hari pukul 10, harga yang tertera adalah Rp 470.000,00. Namun ketika saya cek disiang hari pukul 13, harganya melonjak jadi Rp 560.000,00. Saya jadi urung buat beli, hehe.

Oh ya, jangan lupa untuk memastikan bahwa sepatu yang dijual adalah resmi dari Lazada. Bisa dilihat dari tulisan "Dijual dan Dikirim Oleh Lazada". Untuk memastikan bahwa sneakers yang dibeli memang benar-benar asli.

3. Inesta Shoes


Inesta Shoes Sneakers Original

Sebenarnya, Inestashoes ini bukanlah situs e-commerce seperti Berrybenka ataupun Lazada. Namun menurut pengalaman salah seorang teman saya, toko sepatu online yang berbasis di Instagram dan Tokopedia ini sangat direkomendasikan untuk teman-teman yang ingin sepatu original tapi harganya murah. Serius, murah banget! 

Patut diketahui, ketika membeli sepatu di Inestashoes, jangan harap untuk mendapatkan box original ataupun tag lidah yang berbeda di setiap sepatu. Karena apa? , sesuai klaim dari mereka. Sepatu-sepatu yang mereka jual kebanyakan adalah sepatu yang tidak lolos quality control. Tapi menurut pengalaman teman saya, sepatunya tetap apik dan kece kok! Jadi jangan takut untuk membeli di toko online satu ini.



Yap, itu tadi adalah 3 toko online yang menjual sneakers original yang harganya masih rasional. Sneakers itu dipakai, bukan buat gaya-gayaan. Jadi mau original atau kw, selama nyaman dan aman sih oke-oke aja. Yang penting, jangan ngutang. Selamat berburu sepatu!
Powered by Blogger.
Anang Filya © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.