Anang Filya: Surface Pro 2 di Tahun 2017, Masih Oke? #REVIEWBERFAEDAH

Selasa, 05 September 2017

Surface Pro 2 di Tahun 2017, Masih Oke? #REVIEWBERFAEDAH

Review Surface Pro 2 di 2017

Sejak membaca artikel perilisan tablet Microsoft Surface pada tahun 2013, saya merasa perangkat tersebut adalah salah satu keajaiban yang diciptakan oleh para enggineer. Gimana enggak? Sebuah tablet yang berukuran sangat kompak hanya 10.1 inch, memiliki jeroan spesifikasi dan kemampuan layaknya laptop pada umumnya, malah bisa lebih. Kan saya jadi pengen pakai banget.

Alhamdulillah-nya, saya akhirnya punya kesempatan untuk memiliki tablet besutan Microsoft tersebut. Walaupun harus menunggu selama 4 tahun lebih plus Surface yang saya beli bisa dibilang seri jadul, Surface Pro 2 - sekarang sudah keluar Surface generasi ke-5. Yah, yang penting saya bisa punya saja sudah untung.

Nah kalau begitu, apakah Surface Pro 2 yang rilis di akhir 2013 ini masih relevan dan cocok dipakai di tahun 2017 dan apa saja kelebihan dan kekurangannya. Simak ulasan saya yang sudah memakai tablet konvertibel ini selama hampir 5 bulan ini ya.

Lebih-Lebihnya

1. Desainnya Oke, Pakai Banget!

Review Surface Pro 2 di 2017
Desainnya Chantique ya?

Walaupun Surface Pro 2 adalah perangkat yang dirilis ditahun 2013, desainnya masih sangat pantas untuk dipakai mejeng dimana-mana. Ukurannya kecil, ringkas, ringan apalagi kalau pakai keyboard cover yang warna-warni, desain tablet ini pasti kelihatan ngejreng banget - saya punya keyboard cover warna cyan blue.

Oh ya, tablet ini dibalut material metal diseluruh body-nya dan saya yakin ini kokoh banget. Pernah sekali saya tidak sengaja menjatuhkan tablet ini dari atas kursi kelas, hasilnya? Tidak apa-apa... Tidak apa-apa... Sepertinya, Microsoft memang membuat konstruksi laptop ini dengan sangat baik, well done Microsoft!.

2. Layar Jernih, Sejernih Air Mata Tinkerbell

Review Surface Pro 2 di 2017

Surface Pro 2 mengusung layar 10.1 inch berjenis IPS beresolusi Full HD (1920 x 1080 pixel), yang mana membuat layar tablet ini tajam pakai banget. Apalagi layarnya juga mendukung touchscreen, sehingga pengalaman menggunakan Windows 10 akan lebih maksimal.

Dan Kalau dibandingkan laptop-laptop kelas menengah, kualitas layar Surface Pro 2 ini sangat jauh berada diatasnya. Ditambah lagi, layarnya sudah memakai perlindungan Gorilla Glass - saya belum tahu sih versi berapa.

3. Performa Ngebut

Disokong prosesor Intel Core i5 4200U ditunjang RAM sebesar 4 GB, membuat performa tablet ini berjalan sangat smooth. Sangat jarang saya rasakan lag ataupun lemot. Membuka banyak tab di Opera, membuka  Adobe Photoshop, edit video lewat Adobe Premiere, dengan sinkronisasi semua sosial media semacam Instagram, Facebook dan juga aplikasi penyimpanan One Drive hidup, semuanya dapat dijalani tanpa masalah. Inilah hal positif dari perangkat-perangkat yang memang dikembangkan sendiri oleh si pengembang software. Disini, Microsoft benar-benar mengoptimalkan perangkat tablet yang walaupun sudah berumur 4 tahun, tetap terasa responsif dan smooth.

4. Stylus Pen

Review Surface Pro 2 di 2017

Kelebihan layar Surface Pro 2 selain bisa disentuh, juga dapat merespon stylus pen besutan Wacom yang disertakan dipaket penjualannya. Bagi seorang desainer, fitur ini pasti sangatlah penting, apalagi stylus pen yang disertakan memiliki sensitifitas tekanan hingga 1024 titik. Walaupun saya bukanlah desainer, tapi fitur-fitur pendukung seperti sketch screen sangat membantu saya dalam kegiatan sehari-hari, karena mencatat hal-hal kecil jadi sangat mudah dan lebih cepat. Atau kalau saya sedang tidak ada kerjaan atau bahasa kerennya 'gabut', saya bisa menggambar tanpa perlu menghabiskan kertas. Serius deh, menggambar di layar Surface Pro 2 ini enak banget.

5. Windows 10

Review Surface Pro 2 di 2017

Windows 10 memang bisa digunakan diberbagai PC dan laptop baik murah ataupun mahal. Tapi serius, karena ini perangkat besutan Microsoft yang mana adalah si empunya Windows 10, saya merasa Windows 10 Pro berjalan sangat baik bahkan lebih baik dibanding laptop-laptop teman saya yang notabene punya spesifikasi lebih tinggi.

Apalagi karena Windows 10 memang dioptimalkan untuk perangkat touchscreen ditambah dukungan-dukungan aplikasi populer semacam Instagram, Facebook dan Twitter membuat tablet ini sangat asyik digunakan untuk bermain sekaligus bekerja. 

Kurang-Kurangnya

1. Baterai Boros

Baterai boros adalah kekurangan yang menurut saya paling mengganggu. Bagaimana tidak? Dalam satu kali charge, laptop ini hanya bisa bertahan 3 sampai 4 jam. Hal tersebut mungkin terjadi karena isu battery drain yang ada di Surface Pro 2 setelah di upgrade ke Windows 10. Seperti yang banyak didiskusikan para pengguna Surface Pro 2 di forum windowscentral.com. 

Apakah ada solusinya?

Microsoft tidak memberikan tanggapan apapun terkait isu ini, namun mereka menyarankan untuk selalu menggunakan Surface Pro 2 dalam keadaan terhubung dengan charger apabila memungkinkan. Hmm, repot juga sih.

2. Panas

Saat digunakan terlalu lama dengan beban kerja yang cukup intens, panas terasa di body Surface Pro 2 ini sedikit berlebihan. Entah saya kurang tahu, apakah ini karena masalah software atau karena material metal yang menyelimuti body adalah konduktor panas.

Kesimpulannya?

Untuk sebuah perangkat yang dirilis tahun 2013, Surface Pro 2 adalah perangkat yang hebat. Hebat untuk diajak bermain dan bekerja. Semuanya bisa berjalan dengan lancar dan optimal. Hanya saja, performa baterai yang buruk dan panas yang berlebih, membuat kenyamanan menggunakan Surface Pro 2 menjadi sedikit banyak berkurang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

My Instagram

Anang Filya © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.