Anang Filya: Senangnya Bisa Magang di Dentsu #CerPaeDah

Kamis, 02 November 2017

Senangnya Bisa Magang di Dentsu #CerPaeDah

Illustration Source: freepik.com

Ada rasa sedih saat saya harus tahu masa magang saya sudah akan berakhir. Tiga bulan merasakan keseruan bekerja di salah satu agensi iklan besar di Indonesia, membuat saya jadi agak lupa bahwa status saya masih mahasiswa semester lima - udah tau cari duit, sampe lupa sama kuliah.

Berbekal CV dan portfolio yang agak terburu-buru dibuat (bisa dilihat disini), saya beranikan apply ke beberapa agensi iklan melalui koneksi LinkedIn yang caranya sudah saya tulis di artikel "Tips Cari Magang yang Lebih Gampang".

Alhamdulillah selang dua minggu, saya mendapatkan kabar baik, ponsel saya berdering mendapatkan panggilan dari Mbak Uci, senior traffic Dentsu Impact yang tugasnya mengurusi alur pekerjaan dan juga karyawan baru yang akan masuk dan pergi dari perusahaan. Dalam percakapan telepon tersebut, intinya saya harus bertemu dengan Mas Riva (creative group head yang saya hubungi lewat LinkedIn) dan ngobrol-ngobrol atau istilahnya interview.

Dan dari proses bincang-bincang di Menara Sentraya lantai 35 yang lift-nya bikin saya sakit kepala tersebut, saya dipastikan bisa memulai magang satu minggu setelah Idul Fitri, ah senangnya.

Hari Pertama: Kepagian

Hari pertama magang pun akhirnya tiba, deg-degan pasti iya. Sampai-sampai terlalu semangatnya, saya datang kepagian. Dan setelah mengurus kartu akses dan menandatangani kontrak magang, saya langsung masuk keruang kerja Dentsu Impact yang bernuansa minimalis tapi sangat rapih. Sekedar informasi, Dentsu Impact adalah salah satu anak perusahaan iklan full service dibawah naungan Dentsu Aegis Network selain Dentsu Indonesia dan Dentsu One.

Di hari pertama, ke-awkward-an jelas terjadi. Saya nggak kenal siapapun, mau ngobrol bingung. Walaupun ada dua anak magang graphic design dan account executive yang berasal dari UI dan UMN, karena baru kenal, rasanya tetap canggung. Akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya kepada Kak Jesica, copywriter tim BRI yang nantinya bakal mengajari saya banyak hal.

"Kak, ada kerjaan apa ajah hehe?", canggung banget rasanya,
"Oh, belum ada sih, nanti kalo ada gue email" jawabnya agak jutek.

Di hari pertama itu, saya hanya browsing and do nothing, hingga sore hari akhirnya Kak Jesica memanggil saya untuk pekerjaan pertama saya sebagai seorang "Copywriter Magang".


Kebagian Tim BRI

Mas Riva adalah creative group head  BRI yang otomatis membuat saya juga masuk kedalam tim BRI. Sekedar informasi, Dentsu Impact menangani beberapa klien, namun tim inti dalam perusahaan ini adalah Tim BRI dan Tim Suzuki.

Pekerjaan pertama saya dalam tim BRI ini salah satunya adalah membuat copy untuk promo BRI Prioritas disalah satu merchant butik batik. Dan karena ini adalah pekerjaan dari BRI Prioritas, otomatis bahasa yang digunakan adalah bahasa inggris.

Kagok? sangat. Walaupun nilai TOEFL saya sudah cukup baik, 507 (Mas Riva bertanya nilai TOEFL saat interview), menulis copy dalam bahasa inggris membuat saya berpikir cukup lama dan takut salah. Mungkin karena belum terbiasa. Dan lagi, saya merasa tertekan ketika ada notifikasi email bahwa copy saya perlu direvisi. Dan itu, nggak hanya sekali. 

Dan saking lamanya saya mengerjakan pekerjaan pertama saya tersebut, teman magang saya Ivan sebagai graphic designer sampai nyeletuk.

"Lu bikin copy lama amat dah!" ketusnya,

"Sabar kek, lu pikir ini gampang" balas saya dalam hati, walaupun realitanya saya membalas dengan senyum kesal saat itu.

"Duh pekerjaan pertama aja kok susah banget yaa".

Benar-Benar Kerja

Walaupun status saya adalah mahasiswa magang, pekerjaan yang diberikan nggak memiliki perbedaan yang signifikan dengan karyawan native. Walaupun pasti, semua pekerjaan saya harus terlebih dahulu di-ACC Kak Jesica. Pokoknya, rasanya dikejar deadline, bete karena klien minta yang aneh-aneh, semuanya bakal kerasa.

Tapi untungnya, lembur bukan hal yang sering ditemui selama masa magang. Bisa dibilang, nggak lebih dari 10 kali kok. Sebagian lembur itu juga karena saat itu bertepatan dengan pembuatan materi iklan untuk dikompetisikan di Citra Pariwara.

Oh ya, untuk masalah Citra Pariwara ini, saya merasa beruntung walaupun hanya sebagai anak magang, kak Jesica nggak lelahnya mengajak saya yang pikirannya cetek ini ke ruangan meeting, untuk membicarakan konsep iklan yang akan dikompetisikan di ajang award bergengsi tersebut. Asyiknya lagi, creative director tim BRI, Mas Rino, selalu memberikan ruang bagi saya dan teman-teman magang untuk mengutarakan ide dan pendapatnya.

Pokoknya, budaya kerja di Dentsu Impact itu seru. Seru banget malah!

Kerja Santai, Harus Selesai

Di Impact, kita nggak bakal menemukan hal-hal semacam, kantor yang sudah penuh manusia saat pukul 9, ataupun karyawan-karyawan yang sampai kantor tepat waktu saat jam istirahat telah usai. Mau berapakali pun bikin kopi di pantry, atau bolak-balik ke Pujasera (tempat makan di basement Blok M Square), terserah!. Yang penting, harus standby saat dipanggil untuk meeting atau kerjaan yang harus disetor sesuai deadline.

Bikin Copy untuk BRI

Cerita Untuk DPLK

Seminggu berlalu setelah hari pertama magang, saya mendapatkan PR untuk membuat tiga cerita yang akan dijadikan sebuah commercial short movie DPLK. Fyi, DPLK adalah produk asuransi dan investasi dana pensiun milik BANK BRI. Cerita yang saya buat harus touchy, emosional, dan menggugah hati khalayak. Mirip-mirip iklan Thailand yang sering muncul di explorer Instagram gitu deh.

Hampir 3 jam saya memandangi laptop, "kok nggak ada ide yang keluar sih!". Saya jadi agak tertekan, belum lagi saya melihat Mas Riva dan Kak Jes dengan cepatnya sudah mengetik 3 sampai 4 sinopsis. Disitulah saya berpikir "apa jangan-jangan gue nggak cocok kali ya jadi copywriter"

Alhamdulillah-nya, saya dapat ilham dari yang maha kuasa untuk membuat cerita yang mengangkat kisah driver ojek online. Alhamdulillah-nya lagi, cerita saya itu dipuji oleh Mas Rino (creative director), katanya "Hmm.. nice story". Alhamdulillah-nya lagi, cerita saya menjadi satu dari tiga yang dipresentasikan ke klien. Ahh.. terharunya!!!!

Sayangnya, sampai sekarang, saya belum dapat kabar cerita mana yang akhirnya dipilih. Dan lagi, saya belum bisa publish cerita yang saya buat. Next, saya mungkin akan memperbaru post ini ketika saya sudah tahu hasilnya. Doakan saja yaa!

Copy Untuk Hari Pelanggan Nasional


Ketika waktu nggak kerasa, sudah hampir 2 bulan saya magang yang tiap harinya  biasanya diisi dengan mengerjakan tugas-tugas yang dibagikan Kak Jes, seperti bikin copy buat promo BRI ini dan itu, storyline, dan lain-lain. Nah, sore itu tiba-tiba ada e-mail masuk dari Kak Zika (account executive) yang isinya brief buat bikin slogan hari pelanggan nasional BRI. Seperti biasa, saya langsung menghampiri Kak Jes dan membuat copy sambil ketawa-ketiwi (intinya nggak niat). 

"Kak Jes, ini gini aja gapapa?", tanya saya;
"Udah... nanti paling direvisi wkwkwk" jawabnya sambil cengengesan.

Salah satu slogan yang saya buat berbunyi "Pelanggan Senang Hati, Hati Kami Senang" (bisa dilihat di post saya sebelumnya)

"Kalo sampe slogan itu kepilih, sumpah gue benci banget", ungkap Kak Jes sambil tertawa meledek saat melihat slogan receh yang saya buat.

Dan ternyata, slogan yang saya buat dengan sangat spontan sambil ketawa-ketiwi itu, terpilih dong! Saya merasa aneh, dan ngakak nggak karuan bareng Kak Jes. Slogan yang saya kira bakal tertawakan klien, eh malah dipilih. Walaupun merasa aneh, saya jelas tetep senang dong. Gimana enggak? Slogannya dipajang di KCP-KCP BRI (walaupun saya nggak tau di pasang diseluruh Indonesia atau nggak).

Memang, yang tahu nasib copy di-acc atau nggak, cuma Tuhan dan klien. Mungkin, hati saya juga sudah menyatu dengan BANK BRI. Oh ya, satu lagi, ada perasaan cukup aneh pas lihat karya kita dipajang didepan kantor BRI. Sumpah itu aneh banget! I can't explain it though.

Magang yang Sayangnya Harus Selesai

Tiga bulan yang diisi dengan kekocakan kantor Impact, sayangnya terasa sangat cepat dan bencinya, harus selesai. Saya merasa belum bisa membantu dan mengerjakan banyak hal. Untungnya, banyak sekali yang saya pelajari disana. 

Untuk Kak Jes, terimakasih untuk nggak lelah-lelahnya mengomeli copy saya yang alay dan selalu memberi solusi, mengajak saya meeting yang penting, makan bareng, masakin yang enak-enak, merekomendasikan saya jadi freelancer  dengan sangat maksimal (walaupun akhirnya belum bisa) pokoknya mentor yang terbaik, terbaik untuk curhat, dan terbaik-terbaik yang lain. 

Untuk Kak Syntia (art director yang nggak  saya sebutkan di post ini) juga terimakasih sudah jadi teman ngobrol yang asyiknya minta ampun, teman joget yang hebohnya bukan main, dan juga teman yang baik buat saya dan kak Jesica.  Untuk Kak Freddy, Mas Denzi, Kak Vinna, terimakasih untuk 3 bulan yang sangat menyenangkan makan bareng di Pujasera.

Untuk Mas Riva terimakasih sudah memberi saya kesempatan magang di kantor yang sangat menyenangkan tersebut. Dan juga sahabat-sahabat magang saya, Gita, Ivan, Ire, Arno, Arvin serta semua tim Impact yang sangat menyenangkan dan luar biasa.

Much Love For All of You!



"Gue jarang banget ngomong ini sama anak magang, tapi gue liat kalian adalah anak muda yang punya potensi yang besar. Gue seneng banget, ketika nanti kalian lulus, kalian mau kembali kesini, gabung sama kita lagi", ucap Mas Rino ke saya dan teman saya Ivan di hari terakhir magang.



Dan ini beberapa foto unfaedah yang harus saya upload, hehe.
Saat anak magang meramaikan halal bihalal Dentsu Aegis Network 

Pas Meeting Ala-Ala

Sehabis gajian, keliatan happy banget kan?

Pas syuting iklan ****** (rahasia dong)

Masih di lokasi syuting yang sama, ih ada helikopter!

Makan bareng cyin

Saat perayaan 17 Agustus


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

My Instagram

Anang Filya © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.