Anang Filya : Instagram Feed Yang Bagus, Seberapa Perlu?

Tuesday, December 13, 2016

Instagram Feed Yang Bagus, Seberapa Perlu?

Instagram Feed Kece - Dari http://herlovelyheart.com/
Halo!

"Ih feed instagram kamu bagus deh!!!", Yaps. Kalimat tersebut merupakan kalimat yang sangat ingin didengar oleh para penggiat sosial media berbasis foto Instagram. Tidak jarang ketika saya membuka tab explorer pada aplikasi Instagram, banyak sekali bermunculan foto-foto baik foto diri atau sering disebut selfie, maupun foto-foto objek tertentu, yang menggunakan filter aplikasi photo editor yang jumlahnya sangat banyak itu. Karena foto dengan filter khusus terlihat lebih kece dan dinilai engga gitu-gitu aja.

Jujur, saya juga penggiat instagram, dimana foto yang bagus dan tidak asal-asalan 'lah yang bisa diunggah di akun instagram saya. Terkadang mungkin orang-orang seperti saya malah terlihat membatasi diri di dalam sosial media yang begitu luasnya. Karena banyak pengguna instagram yang mengunggah potret diri dan menunjukkan kegiatan sehari-harinya. Dan saya memilih untuk tidak melakukan itu. Mengapa?, agar dikatakan orang seni?, atau sekedar gaya-gayaan?

Jawabannya, 100% tidak seperti itu. Saya menilai Instagram bukan sekedar media untuk berbagi fotokegiatan sehari-hari atau potret diri yang pose fotonya itu-itu saja. Tapi karya, media yang bisa membuat karya kita bisa dilihat orang banyak, yang mana dengan itu orang lain bisa tahu, kita bisa apa, atau perlu engga sih kita kerjasama sama orang itu. Lebih tepatnya, Instagram bisa jadi portfolio kita.

Tapi sebenernya, salah ngga sih kalo kita update foto selfie terus menerus di Instagram?


Saya tidak munafik, saya juga melakukan hal itu. Tapi saya mengunggah foto sehari-hari saya dengan akun instagram yang terpisah, atau kalau ingin, sekarang Instagram punya fitur "Stories", dimana itu memberikan kita pilihan untuk bisa membagikan kegiatan sehari-hari tanpa harus mengunggahnya di feed Instagram kita, satu fitur yang menurut saya sangat cerdas walaupun memang harus mencontek skema aplikasi lain.

Memang sosial media memang diciptakan untuk individu, yang mana semua orang bebas untuk melakukan apa saja sesuai keinginannya. Jadi, ya memang tidak ada yang salah kalau kita mau jor-joran update foto selfie setiap hari. Tapi, kita pernah berfikir ngga sih, orang lain yang setiap hari mungkin melihat foto selfie kita dengan proporsi wajah dan pose yang itu-itu saja komentarnya bagaimana. Mungkin beberapa akan berkomentar "Cantik" atau mungkin "Follback cantik", yang mana mungin membuat kita terasa terbang ke awang-awang. Tapi, apa semua berpendapat seperti itu, saya rasa tidak, pasti ada orang-orang yang ketika melihat foto selfie kita langsung scroll down tanpa pikir untuk klik tombol like atau komentar. Karena apa, ya alasannya satu, Bosan!. Mungkin saya bisa pahami kalau memang Instagram hanya digunakan untuk update pekerjaan, karena beberapa orang memilih media lain seperti Youtube untuk mengupload karyanya.

Saya tidak pernah menganggap salah orang yang kerjaannya update potret diri setiap hari.Yang pasti itu hak mereka, tapi mungkin lebih baik kalau sosial media semacam Instagram,bisa dimanfaatkan lebih bijak. Saya orang yang menilai foto diri saya tidak cukup bagus untuk ditampilkan sering-sering di timeline Instagram. Tapi saya tahu, pasti ada orang yang mau menikmati karya sederhana saya yang menurut saya berharga walau belum ada apa-apanya diluar sana. Sosial media menunjukkan siapa kita dan bagaimana kita dipandang diluaran sana, lho.


Harus banget nih upload foto yang bagus-bagus di Instagram?

Tidak semua orang diberkahi kepekaan akan keindahan sebuah foto atau karya. Tapi kita bisa belajar, saya pun belajar, dan sangat ingin belajar terus. Tidak harus menurut saya untuk selalu mengunggah foto yang sering dibilang aesthetic atau artsy, karena tidak semua orang bisa melakukannya. Tapi setidaknya, unggah lah foto dengan bijak, jangan melulu ingin dipuji cantik atau hits didepan layar 5inch, tapi coba berkarya. Karena dengan sosial media lah kita dipandang, orang lain bisa tahu kita, ya dari sosial media. Kalau kita hanya update foto selfie close-up setiap hari, siapa yang mau melirik, adanya mungkin bosan. Terkecuali kalau memang wajah yang cantik dan tampan sehingga mendukung like dan komentar yang bejibun

Jadi, engga boleh selfie terus-terusan nih di sosial media?

Tergantung menurut saya, kalau kamu ingin jadi selebgram, foto diri dengan proporsi yang pas menurut saya juga karya, yang penting bijak dan tidak asal-asalan foto close-up setiap hari. Lihat akun instagram Yumna Kemal atau Salvius Alvin, mereka tetap selfie kok, tapi tetep keren kan kalau dilihat sebagai karya. 

Bukan masalah perangkat yang mahal menurut saya, kamera setara Canon 5D Mark Mark IV juga jadi biasa saja kalau fungsinya cuma jadi bahan selfie. Tapi malah banyak orang yang bisa update foto bagus hanya bermodalkan kamera smartphone-nya. See?, bukan masalah perangkat, tapi bagaimana kita berpikir untuk menggunakannya.

Kesimpulannya, perlu engga Instagram Feed yang bagus?

Kata "bagus" itu memang punya perspektif yang berbeda-beda di setiap orang. Bagus menurut saya, belum tentu bagus menurut teman-teman, tapi perspektif indah, hampir semua orang suka keindahan. Jadi yang perlu bukan feed instagram yang bagus, tapi indah. Dan feed instagram yang indah, bisa kita buat dengan karya, bukan foto selfie  close-up semata. Sekali lagi dari saya, Yuk! berkarya di sosial media..

Kalau teman-teman bisa menambahkan saran dan kritik, saya pasti lebih senang. Terimakasih 

1 comment:

  1. Hello There. I found your blog using msn. That is a very well written article. I'll make sure to bookmark it and come back to read more of your useful information. Thanks for the post. I will definitely return. yahoo login mail

    ReplyDelete

< > Home
Anang Filya © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.