Anang Filya : Baiknya Orang Itu... #CERPAEDAH

Monday, March 13, 2017

Baiknya Orang Itu... #CERPAEDAH

Gambarnya dari instagram saya anangfilya

#CERPAEDAH: Singkatan dari cerita-cerita berfaedah..

Libur semester ganjil selesai, saya harus kembali ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah di semester 4. Jujur kembali ke Ibukota dari kampung halaman saya rasanya jadi hal yang berat sekaligus membosankan. Berat barang bawaan dan bosan dengan Jakarta yang udaranya penuh polutan.

Tapi kali ini lain, tepat dua minggu yang lalu, ada satu pengalaman kecil yang menyentuh hati. Ceritanya begini:


Saya dan kakak sepupu saya sedang berada di kapal menuju pelabuhan merak, dan saya pun mengecek ponsel untuk melihat jam. Melihat sudah masuk waktu Dzuhur, sayapun lekas izin kepada kakak saya untuk pergi ke mushola kapal.

Letak mushola yang diluar ruang lesehan membuat saya jadi berjalan dipinggir kapal, melihat luasnya lautan. "Ah, bau laut emang enak" gumam saya waktu itu. Saya akhirnya sampai didepan mushola dan langsung menuju tempat wudhu yang berada persis disamping mushola. Setelah selesai wudhu, saya membuka pintu mushola, ternyata ada seorang pria yang saya taksir berumur 30 tahunan, menggunakan baju loreng putih dan oranye, sedang sholat beralaskan sajadah tunggal. Tanpa ba bi bu lagi, saya bersegera menepuk pundak pria tersebut pertanda saya menyambung sholat menjadi makmum.


Setelah dua rakaat berlalu, pria tersebut mengucapkan salam, saya pun melanjutkan rakaat yang tertinggal. Dan disela-sela dia membenarkan duduknya setelah selesai sholat, dia mengambil sajadah yang dia pakai tadi, kemudian digelarkan sajadah tesebut untuk saya. Sayapun sontak sedikit terkejut walaupun sedang diposisi ruku'. Rasanya mata saya sudah mau gerimis air mata, terharu biru hehehe (mungkin yang ini agak lebay).

Di dalam sholat saya tersebut, saya berkata dalam hati (hmm sholat saya sah tidak ya? hehe) semoga pria tersebut tidak kemana-mana agar setidaknya saya bisa mengucapkan terimakasih. Tapi ternyata di rakaat terakhir, pria tersebut berdiri dan meninggalkan mushola. Rasanya kok sedih ya. Selesai salam pun saya duduk termenung. Dan memikirkan hal kecil yang baru saya alami.

Saya berpikir, Hal kecil seperti tadi menunjukkan kepekaan hati manusia yang luar biasa. Yang mana saya dan mungkin banyak orang belum punya. Sepele kelihatannya, tapi benar-benar membekas lho dihati, wong kadang-kadang kita, terutama saya, yang sholat di mushola, membawa sajadah besar saja, tidak mau berbagi dengan orang yang disebelah kita. Hal ini menjadikan pelajaran dan pesan untuk diri saya sendiri untuk jadi manusia baik yang lebih peka, yang lebih memikirkan sesama, tidak perlu hal besar, sekecil berbagi sajaadah itupun benar-benar membuat orang bahagia. Bikin orang bahagia berati dapat pahala kan? hehe.


Mas, om, pak atau siapapun anda yang sudah menggelarkan sajadah untuk saya, saya ucapkan terimakasih atas pelajaran yang luar biasa, saya harap kalau saya nanti menjadi imam seperti anda, saya juga bisa melakukan hal serupa. Terimakasih banyak...

6 comments:

  1. Tulisannya semakin baik. Terenyuh hatiku bacanya. Terus tingkatkan dan semangat menulis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakaseee septi.. insyaallah konsisten.. bismillah. makasih yaa udah bacaa senenh deh..

      Delete
  2. Aaa... Terharu juga ������kadang hal baik yg tulus walau kecil lebih 'kerasa' ya kak.. Huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanyaa.... "kerasa" nya tuh kadang kadang nampar diri sendiri jugaa yaa wkwk

      Delete

< > Home
Anang Filya © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.