Anang Filya : Serunya Jadi Volunteer Java Jazz Festival 2017 #CERPAEDAH

Friday, March 17, 2017

Serunya Jadi Volunteer Java Jazz Festival 2017 #CERPAEDAH



Saya jadi ingat saat masih duduk di bangku SMK. Ketika sedang browsing, saya melihat artikel di salah satu portal berita tentang line up artist untuk event Java Jazz Festival 2014. Seketika mata saya melebar ketika melihat ada nama  Raisa, Agnes Monica, Jamie Cullum, Tulus dan Teza Sumendra yang akan perform di festival musik Jazz terbesar di Indonesia tersebut. Semenjak itu, saya berniat, kalau saya nanti bisa kuliah di Jakarta, "saya harus nonton Java Jazz!".

Kok bisa jadi Volunteer?

Hampir 3 tahun berlalu semenjak saya tahu apa itu Java Jazz, saya melihat ada kesempatan saya bisa menonton acara musik tersebut secara gratis, yaitu ketika melihat salah satu akun Line@ yang membagikan tentang open recruitment volunteer Java Jazz 2017. Ya mungkin hal itu memang satu-satunya jalan, karena harga tiket termurahnya saja, bisa untuk biaya makan saya 2 minggu hehe.

Sesimpel, saya kepingin menonton gratis, akhirnya saya membuka website volunteer.javajazzfestival.com, dan mengisi setiap form yang diperlukan. Beberapa waktu kemudian, hal yang ditunggu-tunggu datang, saya mendapatkan email untuk interview  di kantor PT Java Festival Production  dari Mbak Tia, koordinator divisi promosi, sesuai dengan divisi yang saya pilih saat pendaftaran via website. Mau tau rasanya seperti apa?, wuihh senangnya minta ampun hehehe.

Pas dimana hari interview, sayapun mendatangi kantor PT Java  Festival Production di daerah simprug gallery berbekal CV dan print out email yang sudah saya terima.  Masuk ke kantornya yang minimalis, saya langsung disuruh masuk ke ruangan interview yang ternyata sudah ada 4 orang lain yang juga menunggu untuk di-interview.

Proses interview berjalan seperti biasa, hanya diperintah untuk menceritakan tentang diri kita sendiri, kuliah dimana, pengalaman apa saja, dan hal-hal yang juga biasa. Yang mengejutkan, setelah proses cerita itu selesai, inteview pun selesai. Interview tercepat yang pernah saya alami. Tidak lebih dari 15 menit.

Tapi ternyata, setelah interview masih ada satu tahap seleksi dan yang tahu siapa yang harus diterima dan siapa yang tidak, hanyalah Allah, Mbak Tia, dan tim Java Jazz itu sendiri. Dan Alhamdulillahnya, sekali lagi, saya dapat email dari Mbak Tia dua hari kemudian. Wuihh, senangnya lebih-lebih dari yang pertama.

Jadi Volunteer Kerjanya Apa Aja?

Saya bingung ketika ditanya jadi volunteer divisi promosi ini kerjanya apa saja, soalnya ada banyak rentetan subdivisi lagi dibawah divisi promosi itu sendiri. Ketika briefing, saya diberitahu bahwa saya masuk divisi media desk yang menangani dan memberi id masuk media yang ingin meliput. Jujur saya masih agak bingung dengan jobdesk saya sendiri. Bahkan, hingga hari dimana press conference berlangsung, saya masih tetap bingung.

Tapi, yang lucu di hari press conference ini adalah ketika saya dan satu teman relawan  ditugaskan mbak Tia untuk memfotokopi 1200 lembar peraturan media untuk meliput Java Jazz. Hal tersebut seharusnya bisa jadi pekerjaan mudah, tapi karena mesin fotokopi yang ngadat setiap mengkopi 5 lembar, rasanya 1200 lembar itu jadi seperti calon jamaah haji menunggu keberangkatan, cape deh. Alhamdulillahnya, kami selesai walaupun terlambat 30 menit dari Jadwal yang telah ditentukan.

Setelah proses fotokopi panjang tersebut selesai, saya mulai duduk untuk melanjutkan pekerjaan sejati sebagai media desk. Memberikan id card untuk media cetak  non-partner yang sudah mendaftar di hari sebelumnya, serta memberikan berbagai macam goodie bag dari sponsor. Disini, terlihat berbagai macam tipe jurnalis, ada yang kalem, cantik, ada juga yang galak, yang minta goodie bag tambahan, yah pokoknya macam-macam. Namun, pekerjaan saya cepat selesai karena list dari media cetak tidaklah terlalu banyak, berbanding terbalik dengan media online yang mejanya berada disebelah saya, wuih ramainya bukan main.

Hari-H Java Jazz

Deg-deg an, hal itu yang saya rasakan saat Hari-H. Dimana saya takut apabila kondisi yang terlalu ramai sehingga terjadi suatu masalah karena kerja saya yang kurang benar.  Tapi ternyata, malah sebaliknya, karena pekerjaan saya di hari-h,  hanya melanjutkan pekerjaan press conference yang belum selesai, yaitu memberikan id masuk untuk media  yang belum sempat mengambil id saat press conference. Pekerjaan saya dan tim media desk yang terdiri dari 5 orang ini, malah terkesan gabut sekali. Karena sebagian besar pekerjaan bisa ditangani oleh koordinator media desk,  kak Ninis yang sudah dua kali menjadi relawan Java Jazz ini.

Karena tahu kami bosan, Kak Ninis pun mengizinkan kita untuk berbagi tugas, saat ia kerja, kami boleh menonton, tapi saat dia ingin menonton, kami yang harus kerja. Akhinya kami sepakat. Ada Beberapa perform  yang saya saksikan, mulai dari Tulus, Yura, Glenn Fredly, Eva Celia, Kunto Aji, dan beberapa musisi luar negeri yang saya lupa namanya.

Tapi jujur, saya malah akhirnya lebih menikmati pekerjaan saya, dibandingkan hanya sekedar menonton perform para musisi. Walaupun saya mendaftar volunteer Java Jazz karena ingin menonton gratis, tapi rasa-rasanya, saya disini harusnya untuk bekerja. Tapi kalau kerja pun, tidak terlalu banyak juga yang bisa saya lakukan.

Kok Mau Jadi Volunteer, Dapet Apa?

Beberapa teman saya bertanya "dapet duit nggak?" , "dapet apa aja?" atau malah "kok mau sih capek-capek nggak dibayar?" Dan saya jawab, pertama, saya tidak dapat uang sama sekali. Dan yang kedua, saya dapat banyak. Kalau dilihat bentuknya saya dapat t-shirt 3 biji, id pass untuk keluar masuk area Java Jazz, dan makan siang dan malam (karena volunteer kerja mulai pukul 11 siang).

ID Card Java Jazz 2017
ID Pass Volunteer. Fotonya terlihat tampan

Baju Java Jazz 2017
T-Shirt ada 3, 2 hitam satu putih.
Saya juga dapat mini album Dira Sugandi :D


Tapi kalau dapat apa, dilihat dari sisi lain, ada buanyak sekali. Saya dapat teman-teman baru yang gaulnya minta ampun, saya bisa melihat orang-orang profesional bekerja sama, dan saya merasakan secara langsung atmosfer teamwork yang luarbiasa. Disana tidak ada orang yang merasa dirinya terlalu penting atau harus dianggap penting. Bahkan saya melihat Mbak Dewi Gontha yang jelas-jelas adalah orang utama dibalik Java Jazz itu sendiri, membawakan kursi keruangan saya yang memang kurang kursi. See, luar biasa ya?.

Kesimpulannya

Niat awal saya yang hanya ingin menonton gratis, semuanya malah tergantikan dengan pesona tim yang sangat solid dari Java Jazz. Walaupun saya tidak bekerja terlalu banyak, tapi dihari terakhir Java Jazz, yang mana porsi kerja saya lebih banyak dibanding dua hari sebelumnya,  banyak hal seru terjadi. Yang tidak bisa saya jelaskan dengan kata-kata, yang pasti banyak jurnalis ngeyel yang minta masuk, banyak juga jurnalis bule-bule yang kadang bikin salah paham, ah pokoknya banyak sekali. Saya berharap, apabila saya diberi diberi kesempatan untuk bisa menjadi volunteer Java Jazz tahun depan, jawaban saya akan 100% mau, tidak berniat menonton gratis lagi, tapi bisa bekerja lebih banyak, biar dapat pengalaman yang lebih punya arti. Apalagi, tidak ada ruginya kan?, malah bisa menambah tinta emas di CV, hehe.

Tulus Java Jazz
Foto penampilan tulus, buat penutup.


13 comments:

  1. Aaa ! Yang baca jadi ikutan excited jugaa ... Keren kak !! Semoga kakak bisa join lagi tahun depan hehe

    ReplyDelete
  2. Aamiin, terimakase adek belly yang selalu mau membaca tulisan diriku .. cintaaaa wkwkkw...

    ReplyDelete
  3. Aku rencana mau ikut jd volunteer jj2018 semoga aku bisa kepilih kaya kaka ya hehe

    ReplyDelete
  4. Waa jd pengen ikutan deh! Semisal kalo dari luar jakarta boleh ikutan gak kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setau aku boleh kok, tapi jangan lupa 3 hari loh, kalau rumahnya di banjarmasin kan susah juga wkwkw

      Delete
  5. kak kalau masih sma kira2 bisa gak ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. mmm.. kalo masalah itu aku kurang tau yahh.. coba kamu ke website volunteer.javajazzfestival.com aja buat term & conditionnya.. hehe

      Delete
  6. apa dapet sertifikat setelah selesai jadi volunteer?

    ReplyDelete
  7. setelah daftar pengumumannya kapan ya ka? aku kebetulan sudah daftar dari sebulan lalu tapi masi belom ada kabar:(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Ines, sebelumnya makasih udah mampir, nah kalo itu aku kurang tau yaa..soalnya memang cuma Tuhan sama tim java jazz aja yg tauuu hehe

      Delete
  8. Kira kira dulu pengumumannya brp hari sebelum java jazz?

    ReplyDelete

< > Home
Anang Filya © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.