Anang Filya : SPC Z2 Orion: Smartphone Murah Berlayar Besar, Bisa Apa? #ReviewBerfaedah

Wednesday, September 20, 2017

SPC Z2 Orion: Smartphone Murah Berlayar Besar, Bisa Apa? #ReviewBerfaedah




Semuanya bermula saat saya sok tahu mengganti layar LCD ponsel milik Ibu saya Samsung Galaxy Young S6310 dengan berbekal video tutorial YouTube. Dan hasilnya? Ponsel jadul Ibu saya tersebut berhasil berjalan dengan baik selama 2 jam, setelah itu ponsel bergetar-getar dan tidak mau hidup. Sepertinya, walaupun saya mantan anak komputer, tangan saya tidak terlalu bagus dalam hal-hal yang berbau teknis hehe.

Dan karena hal tersebut, Saya akhirnya mulai mencari-cari ponsel yang cocok untuk Ibu saya di Bukalapak dan Tokopedia. Kriterianya tidak susah kok, yang penting layarnya gede, harganya murah. Udah cukup.

Akhirnya, setelah beberapa saat mengubek-ubek Bukalapak, saya menemukan satu seller yang menjual smartphone dengan nama SPC Z2 Orion. SPC Z2 Orion ini menjadi perhatian saya karena harga jualnya yang hanya Rp 700 Ribuan namun layarnya sudah 5.5 inch. Apalagi, nama SPC bukanlah hal yang asing dalam kehidupan saya, brand asal Tiongkok ini sebelum masuk ke dunia per-gadget-an, sudah lebih dulu menjual berbagai sparepart dan aksesoris untuk PC dan Notebook. Sehingga tanpa pikir panjang, saya langsung membeli smartphone ini (mumpung duit masih ada hehe).

Alhasil, setelah beberapa hari menggunakan smartphone ini, apa saja sih kelebihan dan kekurangan dari SPC Z2 Orion ini. Nah kalau penasaran, simak ulasan singkat dari mas Anang berikut ini yaa.

Desain yang Lumayan “Chantique”

Review SPC Z2 Orion
Sisi desain merupakan salah satu hal yang membuat saya terpukau oleh ponsel murah ini. Walaupun masih menggunakan material plastik dan belum menganut sistem unibody, ponsel ini terasa kokoh dan mantap digenggam. Finishing-nya lumayan rapih walaupun ada sedikit warna cat yang tidak rata disisi bumper. Oh ya, SPC Z2 Orion memiliki tiga varian warna, Dark Blue (seperti milik saya), Gold, dan Silver.

Sedangkan kekurangan dari sisi desain ponsel ini adalah yang pertama adalah bobotnya yang berat. Serius, berat banget. Dan yang kedua adalah tebal, walaupun sebenarnya ponsel yang tebal membuat ponsel lebih ergonomis karena lebih mantap digenggam.

Layar Besar Tapi Kusam

Review SPC Z2 Orion
Layar berukuran 5.5 inch adalah faktor utama yang membuat saya memilih SPC Z2 Orion. Bukan tanpa alasan tapi “Hape mana coba yang punya harga 700 ribu layarnya 5.5 inch?”. Saya rasa masih jarang brand lokal yang berani menawarkan harga semurah ini untuk layar seluas itu. Dan lagi, ponsel ini untuk Ibu saya yang matanya sulit untuk melihat teks yang kecil, sehingga ukuran 5.5 inch saya rasa ideal untuk orang tua semacam Ibu saya. Untuk informasi, layar SPC Z2 Orion juga sudah mengusung teknologi 2.5 D yang membuatnya lebih menyenangkan untuk diusap-usap.

Walau begitu, ada kekurangan yang menurut saya sedikit menggangu. Resolusi layar di SPC Z2 ini bisa dibilang rendah untuk ukuran ponsel masa kini. Bayangkan, untuk layar seluas 5.5 inch, resolusi yang ditawarkan hanyalah 480 x 854 pixel (FWVGA) yang berarti kerapatan pikselnya hanya 178 ~ppi. Jadi jangan harap untuk dapat menikmati suguhan layar yang jernih dan tajam. Namun, kembali mengingat harga yang ditawarkan, saya rasa ini masih cukup sepadan kok - masa iya, harga murah mau minta lebih, yang bener aje lu tong.

Performa? Hmm...

Perlu saya ingatkan kembali, Saya beli ponsel ini terkhusus untuk Ibunda saya tercinta, yang cuma butuh Whatsapp, telpon dan SMS agar bisa berkomunikasi dengan anak tercintanya ini. Dan untuk kebutuhan Ibu saya tersebut, SPC Z2 mampu mengakomodirnya dengan sangat baik.

Terus kalo buat main game, bisa nggak?


Ketika ponsel ini pertama kali dihidupkan, ada beberapa aplikasi dan game bawaan semacam BBM, Whatsapp, UC Mini, dan Beach Buggy Racing. Dan ketika saya coba aplikasi-aplikasi dan  game balapan tersebut, It can run pretty smooth. Mengejutkan memang, karena ketika melihat spesifikasinya, ponsel ini bisa dibilang ‘cemen’.

Prosesor quad core 1.2 GHz yang sayangnya tidak disebutkan siapa manufaktur pembuatnya, RAM 1 GB plus ditunjang GPU Mali 400MP, memang memberikan performa yang lumayan. Walau tidak bebas dari lag. Seringkali saya merasa ponsel ini perlu proses berfikir yang cukup lama untuk membuka satu aplikasi, rasa-rasanya ponsel ini ingin berkata “Hmm.. Buka nggak ya.. Buka nggak ya.. Ah, buka ajadeh”.

Beberapa kali saya juga merasa launcher bawaan SPC Z2 Orion ini tersendat dan agak ‘seret’ saat menjelajah antarmukanya. Maka dari itu, saya lebih memilih untuk menggunakan launcher pihak ketiga, Nova Launcher. Yang ternyata memang memberikan performa yang lebih baik pada ponsel ini.

Kamera Apa Adanya


Mengsung kamera belakang beresolusi 8 MP dan kamera depan 5 MP, foto yang dihasilkan oleh kamera ini biasa-biasa saja. Sesuai lah dengan harganya. Intinya, yang penting foto masih kelihatan, hehe. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah hasil foto dari kamera SPC Z2 Orion.

Platform

Dianugerahi sistem operasi Android 6.0 Marshmallow yang hampir murni, membuat SPC Z2 Orion minim akan kustomisasi. Selama penggunaan saya beberapa hari, saya hanya menemukan dua fitur yang tidak ada pada Android default.

Pertama adalah kustomisasi fungsi tombol kapasitif, yang mana membuat kita bisa mengatur fungsi dari 3 tombol dibawah layar tersebut. Misalnya, ketuk tombol home dua kali untuk mematikan layar.

Kedua, ponsel ini memiliki fitur gesture semacam ketuk dua kali untuk membangunkan ponsel atau istilah kerennya double tap to wake, membentuk huruf C di layar ketika mati untuk membuka menu panggilan dan lain-lain. And It’s enough to surprise me that these features could run pretty well.

Baterai


Untuk masalah baterai, sayangnya saya tidak menguji kemampuannya secara intens. Saat digunakan untuk streaming YouTube secara terus menerus, ponsel ini mampu memberikan screen on time sekitar 3 jam. Patut diketahui. screen on time tersebut saya dapatkan ketika menggunakan SPC Z2 Orion dalam keadaan terkoneksi dengan wifi dan tanpa kartu sim. Dan saya belum menguji kemampuan baterainya saat digunakan dalam kondisi terkoneksi jaringan 3G.

Kesimpulannya

Sebagai catatan, ponsel ini tidak mendukung konektivitas 4G. Sehingga, apabila kamu mencari smartphone untuk mengincar paket-paket internet murah, ponsel ini jelas bukanlah pilihan yang tepat. Namun apabila kamu mencari smartphone terkhusus untuk orang tua ataupun smartphone cadangan dengan performa lumayan, layar besar dan desain yang nggak memalukan, SPC Z2 Orion adalah jawaban yang paling tepat.

Kelebihan

  • Harga murah
  • Layar besar
  • Desain cantik
  • Layar sudah 2.5D
  • Bonus ultra-thin case dan screen protector
  • Android Marshmallow

Kekurangan

  • Tidak support 4G
  • Performa biasa saja
  • Layar kusam dan resolusi rendah


No comments:

Post a Comment

< > Home
Anang Filya © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.