Anang Filya : Sudah Halalkah Komputermu? #TIDAKBERFAEDAH

Friday, June 8, 2018

Sudah Halalkah Komputermu? #TIDAKBERFAEDAH




Gincu udah halal, jilbab udah halal, sampai kulkas pun halal, pokoknya masalah kehalalan kini bukan cuma sekadar urusan syariat agama, tapi juga bahan jualan buat beberapa merek.

Sisi bagusnya, kita bisa semakin aware terhadap produk yang kita konsumsi. Dan lagi, nambah pengetahuan kalau yang harus halal itu bukan cuma produk kategori F&B, tapi juga semua produk yang melekat pada diri.

Sisi jeleknya, berkat persepsi kita sedari awal tentang halal hanya milik produk makanan, membuat produk-produk bersertifikasi halal diluar kategori itu dicap sebagai embel-embel jualan semata, akhirnya jadi guyonan.

Tapi saya juga nggak bisa menyalahkan hal tersebut, karena ya saya termasuk orang-orang yang bikin guyonan terkait halal-halalan hehe. Alasannya, karena saya merasa kalau embel-embel halal ini diletakkan pada sesuatu yang terkesan nggak masuk akal.

Kalau produk hijab atau kosmetik masih dirasa cukup masuk akal dengan embel-embel halalnya,       --walaupun masih sering jadi guyonan juga-- lain halnya dengan kulkas. Coba deh pikir, apa arti dan faedah kehalalan dari sebuah kulkas.

Apakah uang haram hasil begal jika dibelanjakan kulkas bersertifikasi halal akan mengkonversinya jadi uang halal?

Atau kulkas halal ini bisa bikin daging babi beku mati kemaren dapet nyolong di pasar --uh dobel keharaman-- jadi auto halal?

Kan masih nggak masuk di akal saya yang minim pengetahuan ini --yang tahu soal penjelasan kulkas halal monggo jabarin ke saya yah. Jadi saya juga nggak mau nyalahin orang-orang yang bikin guyonan tentang hal tersebut. Wong logo halal rasa-rasanya nggak di-drive ke hal-hal yang lebih rasional.

Padahal, simbol ijo pamungkas dengan teken MUI ini bisa jadi senjata powerful untuk mengkomunikasikan hal-hal yang cukup penting loh. Misalnya anti-pembajakan, dalam hal ini saya pengin fokus terkait pembajakan piranti lunak atau software.



Emang software kenapa?


Dilansir dari Kompas Tekno, pada tahun 2015, 84 persen software yang beredar di Indonesia itu bajakan. Miris kan?

Baca Juga: Hidup Tanpa Bajakan, Bisa?

Di saat kita sekarang sibuk ngurusin artis pake mukena tapi full make up, kita jadi polisi syariat, eh produk yang kita pake dan mendukung kegiatan seperti laptop atau komputer ternyata mengandung keharaman.

Siapa coba yang nggak pake Microsoft Office Suite buat ngerjain laporan atau kerjaan kantor? Apakah itu asli? Hmm.. saya tidak yakin.

Siapa coba yang pake sistem operasi Windows original ting-ting? Hmm.. bisa dihitung jari.

Jadi, siapa yang salah?

Kita yang salah, membiarkan masyarakat tutup mata akan hal-hal yang sebenernya urgent banget buat mereka tahu. Bayangin aja, kita kerja pake MS Word bajakan, eh dapet duit dari situ, terus duit dari kerja pake software bajakan itu halal atau haram? Hmm.. saya nggak tahu...

Kan yang penting niatnya tong, lagipula pake windows bajakan kan buat belajar! AH LU SOTOY!

Saya masih inget rangkaian kalimat dari bukunya Tere Liye berjudul Eliana, salah satu penulis yang saya nggak terlalu suka tapi dalam hal ini, kalimat buatannya relevan. Begini bunyinya:

"Hal-hal yang baik, tidak pernah dilakukan dengan cara yang buruk" - Eliana, Serial Anak-Anak Mamak.

MUI berfatwa...


Sebagian besar dari kita jelas tahu, kalau membajak itu sama saja dengan mencuri. Mencuri itu hukumnya apa? Haram alias tidak halal kakak, yup itu benar sekali. MUI juga udah membuat fatwa terkait hal ini kok.

"Setiap bentuk pelanggaran terhadap HKI, termasuk namun tidak terbatas pada menggunakan, mengungkapkan, membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, mengedarkan, menyerahkan, menyediakan, mengumumkan, memperbanyak, menjiplak, memalsu,membajak HKI milik orang lain secara tanpa hak merupakan kezaliman dan hukumnya adalah haram". Sumber: AOSI

 Bayangkan saja kalau campaign dari anti pembajakan inti mengikuti tren halal-halalan.

"Mau berkah? Jangan Pakai Bajakan Lah!"

"Makin syar'i dengan beli software ori"

Jadi tren ini bukan sekadar dimanfaatkan untuk jualan doang, melainkan juga bisa dipake ke hal-hal lebih rasional dan menjadi solusi dari masalah yang nggak pernah ada habisnya, pembajakan.  Dengan kata lain, membuat logo halal jadi lebih berfaedah dan membuat manusia (khususnya muslim) untuk lebih peduli.

Saya suka keberfaedahan.


Belajar halal itu lumayan gampang


Sok-sok an lu tong, emang lu udah pake semuanya halal? Ori? Hah!

Hmm... gimana ya? Kalau dikata semuanya halal, ya jelas belum. --Fyi aja nih, ay belum kerja bang, bisa bangkrut nanti--

Tapi soal awareness, saya sudah sadar akan hal itu dan karenanya mencoba mencari alternatif. Misalnya dari sistem operasi yang saya pakai, alhamdulillah Windows 10 original karena laptop saya emang besutan si empunya Windows, siapa lagi kalau bukan Microsoft. Sayangnya, saya belum kesampean beli lisensi MS Word dan Adobe Suite. Harganya cyin mahal sekalee.

Tapi untuk itu, saya ngakalinnya dengan mulai membiasakan diri dengan Google Doc yang gratis -tis -tis, apalagi sekarang Google Doc juga udah mendukung kerja offline. Untuk Adobe, harapnya sih bisa dapet alternatif as soon as possible.

Menariknya lagi, salah satu sahabat saya, Septi --pemilik blog senjaandbooks.com--  secara tidak kebetulan Windows 10 bajakan yang saya install kira-kira setahun lalu, tiba-tiba hang. Dan dengan kekuatan menghasut yang amat mantap, saya berhasil membujuk dia untuk memasang sistem operasi Elementary OS berbasis Linux yang open source (bisa cari di Google) dan gratis, serta tidak membajak yang artinya halal.


Di awal memang agak sulit membiasakan diri dari Windows 10 yang seolah sudah melekat dalam nadi ke sistem operasi baru yang tampilannya ala-ala Mac OS cuma agak ribet. Serta Google Doc memang nggak sefleksibel MS Word. Tapi berkat tekad buat konsisten akan kesadaran terhadap anti-pembajakan, rasa-rasanya ini bisa jadi hal yang setimpal, itung-itung belajar hal baru. Dan lagi, selama belum mampu untuk membeli, sepertinya lebih bijak bagi kita untuk mencari alternatif, yang "halal" dan tentunya, gratis.


Oh ya, bagi teman-teman yang tertarik mencoba Elementary OS untuk gantiin Windows bajakan, saya bisa bantu untuk memasangnya di laptop. Dan gratis kok! hehe. Itung-itung nularin virus anti-bajakan.


No comments:

Post a Comment

< > Home
Anang Filya © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.