Anang Filya : Seminggu Bareng Chromebook, Nyaman? #REVIEWBERFAEDAH

Friday, July 20, 2018

Seminggu Bareng Chromebook, Nyaman? #REVIEWBERFAEDAH





Berkat laptop saya satu-satunya -Surface Pro 2- nggak bisa di-charge; muncul tulisan "Plugged in, not charging". Padahal saya udah beli charger 2 kali, pertama kw seharga Rp350 ribu dan yang kedua ori Rp500 ribu; semuanya rusak!

Padahal skripsi dan kerjaan banyak banget, pusing dong. Akhirnya nekat nyari laptop murah di Tokopedia dan nemu Chromebook besutan Acer, seri Chromebook 11 CB-131 seharga Rp1,8 juta. Pesen, kirim pake Grab Send, sore sampe indekos.

Nah, hari ini adalah tepat seminggu saya menggunakan Acer Chromebook 11 CB-131 sebagai daily driver. Lalu, apa enaknya sih pake laptop yang isinya cuma peramban Google Chrome? Emang bisa produktif? Emang nyaman? Enakan mana sama pake laptop berbasis Windows?

Untuk menjawab pertanyaan tadi, yuks mari kita bahas...

Laptop Isinya Cuma Google Chrome, Bisa Apa?


Keputusan saya beli Chromebook nggak lain dan nggak bukan karena kesadaran saya yang makin hari makin melekat dengan ekosistem Google. Yang dibuka pertama setelah laptop nyala apa? Ya Google Chrome. Intinya, saya hidup di ekosistem Google yang super fleksibel. 

Contohnya, mau ngerjain tugas, lebih enak di Google Docs karena nggak perlu was-was kalau lupa simpen hasil revisi ada fitur auto-save to cloud storage shay. Nyimpen catetan di Google Keep, unggah file di Google Drive, kebutuhan kirim-kirim e-mail, nge-blog, pokoknya semuanya sudah bisa dilakukan lewat peramban Google Chrome. Asyiknya, apapun yang saya kerjakan di laptop, akan tersinkronisasi secara otomatis ke aplikasi Google yang ada di ponsel, praktis banget kan?

Jadi bagi saya, Chromebook ini udah cukup oke untuk mengerjakan 90% kebutuhan akan kerjaan iseng saya.


Terus 10%-nya gimana dong?

Bagi saya, 10% pekerjaan saya itu mencakup perangkat lunak pengolah foto dan grafis Adobe Photoshop dan kadang Adobe Premiere juga perlu untuk edit video. Adobe Photoshop menjadi tempat ternyaman saya untuk edit-edit foto dan keperluan desain grafis untuk dipajang di blog dan mengerjakan tugas-tugas kampus.

Sayangnya, Chromebook nggak bakal bisa ngejalanin software sekompleks Adobe Photoshop dan Premiere, karena Chromebook diciptakan untuk web-based apps yang ditujukan bagi pekerjaan-pekerjaan komputasi ringan. Tapi di luar kebutuhan edit foto dan video tersebut, Chromebook tetep reliable untuk banyak kebutuhan masa kini buat saya.



Emang Bisa Produktif?



Gimane caranye bisa produktif pake Google Chrome doang?


Produktif soal apa nih? Saya sendiri, sebagai mahasiswa dan barusan jadi freelance copywriter, kebutuhannya sebagian besar emang ngetik-ngetik. Pemikiran saya dulu "There's no word processing software better than Microsoft Office Word" dan sampe sekarang saya juga masih berpikir hal yang sama kok. 

Lah kan Chromebook nggak bisa pasang MS Word? Adanya Google Docs? Emang Google Docs udah bisa nyaingin MS Word?

Google Docs menurut saya juga belum bisa sebagus Microsoft Office Word dalam berbagai hal, mulai dari interface-nya MS Word jelas lebih familiar dipandangan serta lebih intuitif, fitur-fitur yang lebih komplit dan kompatibilitasnya komputer mana coba yang nggak ada MS Word. Intinya, MS Word tuh udah jadi top of mind sebagai perangkat lunak buat ngetik-ngetik.

Awal-awal emang kerasa nggak nyaman dan perlu adaptasi dengan fitur-fitur di Google Docs, bahkan kadang ngerasa kalo Google Docs ini terasa terlalu simple. Namun semakin lama saya pake Google Doc, saya juga ngerasa bahwa sebenarnya saya nggak terlalu perlu fitur MS Word yang bejibun, bahkan bisa dibilang mubazir. Akhirnya, Google Docs bikin saya belajar hidup minimalis dan makin belajar hal baru, nyari tips trik ngakalin keterbatasan fiturnya.


Di sisi lain, Google Docs itu totally free, jadi nggak perlu repot-repot cari activator macem mau ngebajak aktivasi MS Office. Ih dosa tau~

Loh kan ada Microsoft Office versi online? Gratis juga kok?

Nggak tau deh, mungkin karena ini laptopnya Google, jadi rasa-rasanya pakai Google Docs lebih nyaman dibanding Microsoft Office Online. Terkadang saya merasa kalau mengakses Microsoft Office Online di Chromebook agak lemot dan berat. Hmm... aneh.


Baca Juga:

Sudah Halalkah Komputermu? #TIDAKBERFAEDAH

Hidup Tanpa Bajakan Bisa? #CERPAEDAH

REVIEW SURFACE PRO 2 #REVIEWBERFAEDAH



Emang Nyaman? Nyaman Mana Sama Laptop Windows?


Windows itu kayak rumah orang tua, sedangkan Google Chrome itu kayak kamar pribadi kita. Rumah itu nyaman karena ada banyak hal yang sangat akrab dengan diri kita. Sedangkan kamar pribadi adalah bagian dari rumah yang paling sering kita tempatin. Nah masalahnya, ketika Google Chrome dijadikan sistem operasi, berarti secara nggak langsung kayak kamar pribadi yang pisah dari rumah; jadi kamar indekos. Sempit sih, nggak seluas rumah ortu tapi kalau kita pinter ngakalin space-nya, pasti juga bisa bikin betah dan nyaman. 

Chromebook, memang nggak bakal bisa nyaingin fleksibilitas yang ditawarkan oleh laptop berbasis Windows. Mau bakal ada Play Store, saya masih pesimis kalau mobile apps berbasis Android bisa nyaingin fitur-fitur software tulen untuk computer operating system. Kayak butuh waktu yang panjaaaaang banget untuk Adobe Photoshop versi Android untuk bisa menyaingi versi penuh Adobe Photoshop Windows or Mac. Contohnya gitu.

Di lain sisi, saya suka pakai Chromebook karena beberapa hal, yang bisa dibilang cukup teknis. Misalnya...

Baterai awet

Acer Chromebook CB-131 milik saya ini dibekali baterai berjenis Li-Ion 3220 mAh. Ukuran yang standar banget, bahkan kalau dilihat-lihat lebih kecil dibandingkan baterai hape Xiaomi yang beberapa tipe kapasitasnya mencapai 4000 mAh.

Walaupun begitu, saya cukup terkesan dengan daya tahan baterai laptop ini. Untuk pemakaian yang cukup intens (ngetik, yutuban, buka tab lebih dari 5), baterari Acer Chromebook CB-131 berhasil bertahan hingga 8 jam lebih. Mantul kan?

Performa lumayan oke

Apa coba yang bisa diharapkan dari laptop Windows dengan prosesor Intel Celeron N2840 Dual-Core Processor plus RAM 2GB? Kalo nggak banyak lag, paling malah bikin stress. Tapi lain halnya dengan Chromebook CB-131 ini. Dengan spesifikasi yang cupu, saya ngerasa performanya cukup oke walaupun nggak sempurna. Jarang lag, hanya saja kalau untuk nonton video YouTube resolusi 1080p, Chromebook ini agak ngos-ngosan. Seenggaknya, masih nyaman untuk keperluan casual, itu udah lebih dari cukup. Inget shay, ini leppy harganya cuma 1,8 jutaan.

Booting super cepat

Menurut saya, Windows 10 cukup oke dalam hal kecepatan booting. Dari kondisi mati hingga masuk ke sistem operasi, saya kira laptop berbasis Windows 10 plus SSD mampu menempuh waktu kurang dari 1 menit. Itu udah cepet banget dibandingkan dulu saat saya masih memakai Windows 7 lamaa banget dah bisa kali buat nyambi naek haji.

Gimana dengan Chromebook?

Huih, lebih cepat lagi. Dari kondisi mati hingga masuk ke layar log in, Acer Chromebook CB-131 hanya memerlukan waktu kurang dari 30 detik dah kek pake Macbook khan? Mantul dah.

Hmmm...

Intinya, saya nyaman dengan kesederhanaan dari Chromebook. I never thought Chromebook would be this powerful for my needs. Dulu saya berpikir bahwa mubazir banget beli laptop cuma buat internetan. Namun sekarang kondisinya lain, hampir semua kebutuhan kerja kita bisa dilakukan di internet.

Saya yakin, Chromebook ini nggak buat semua orang, desainer grafis contohnya mau desain pake ape doi?. Namun bagi orang-orang yang kebutuhannya mirip-mirip saya; ngetik-ngetik, internetan, atau yutuban, Chromebook is more than enough

Oh ya, untuk ulasan lebih detail dan teknis dari Acer Chromebook CB-131 mungkin akan saya buatkan artikel terpisah. So, jangan bosan-bosan, hehe.


No comments:

Post a Comment

< > Home
Anang Filya © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.