Anang Filya : Penyesalan Malam Ini #TIDAKBERFAEDAH

Thursday, August 16, 2018

Penyesalan Malam Ini #TIDAKBERFAEDAH



Baru saja merasakan kasur di kamar indekos setelah merasakan kerja lebih dari 12 jam. Hari ini adalah kali pertama saya lembur hingga pukul 23.00 setelah kurang lebih dua bulan menjadi junior copywriter di salah satu agensi iklan asal Jepang yang berlokasi di Menara Sentraya Blok M, Jakarta Selatan.

Lembur adalah hal yang sangat menyebalkan. Selain bikin capek, otak kalau sudah malam rasanya nggak bisa dipakai untuk berpikir. Namun sebab deadline yang sudah mepet bukan main, ya mau nggak mau harus lembur.

Apalagi, karena status saya masih freelance, saya tidak mendapatkan kartu gedung yang membuat saya harus menukarkan KTP di resepsionis untuk mendapatkan akses masuk gedung Menara Sentraya.

Setiap pagi saya selalu membaca tulisan "Tukar kartu pukul 09.00-22.00 via resepsionis, 22.00 - 05.00 via security room". Hal tersebut membuat saya males lembur karena apabila saya pulang melebihi pukul 22, saya harus menukarkan kartu akses ke ruang sekuriti di basement untuk mengambil kembali KTP. Rempong~

Sayangnya, malam ini adalah malam yang nggak ditunggu-tunggu. Baru pukul 23 saya menyelesaikan pekerjaan. Agar bisa pulang dengan aman dan nyaman, nggak ada pilihan lain selain mencari security room di basement.

Bersama teman satu indekos yang tidak kebetulan sedang magang di kantor saya bekerja (sebut saja Rocky), saya mencari-cari ruang sekuriti di bagian basement parkir mobil. Ketika saya sampai di lantai G, saya melihat juga ada sekelompok orang yang ternyata juga mencari ruang sekuriti.

Setelah ketemu –ruangan yang kecil untuk gedung segede Menara Sentraya, di pojok lagi– saya memasuki ruang sekuriti bersama sekelompok orang tadi. Ketika sampai giliran saya dan Rocky menukar kartu, masih tersisa bapak-bapak –sebut saja Sihombing, karena saya mendengar dia menyebut nama itu– yang saya taksir usianya 40 tahunan sedang berbicara dengan nada tinggi kepada bapak sekuriti.

"Mas ini tuh kantor, gimana coba kalo saya lembur sampe 24 jam, saya harus direpotin nyari-nyari ruangan kecil kaya gini?"

"Maaf pak, tapi kan sudah jelas di peraturan yang tertulis...."

Belum sempat Bapak Sekuriti menyelesaikan kalimatnya, si Bapak Sihombing nyaut dengan makin emosi "Saya nggak peduli sama tulisan... pokoknya ini bikin saya repot. Emang ada yang bilangin saya harus ngembaliin kartu kalo udah lebih jam 10 ke ruang ini... kan enggak"

Sepertinya Bapak Satpam tidak mau memperpanjang masalah dengan menjawab "Tapi saya kan cuma security Pak, saya cuma ikutin aturan dari atasan"

Bapak Sihombing masih nggak mau kalah, "ya makanya saya protes sama kamu, kaya gini ini tuh ngerepotin"

Dengan amat bijak Bapak Satpam menjawab, "Baik pak terimakasih masukannya, nanti akan saya sampaikan ke atasan".

Bapak Satpam memberikan KTP si Bapak Sihombing dan Bapak galak tersebut meninggalkan ruangan sekuriti meninggalkan saya, Rocky dan Pak Sekuriti.

"Sabar ya pak, kadang-kadang orang kayak tadi cuma modal ngeyel tapi kopong, saya juga jadi kezel. Padahal aturan udah jelas", kata-kata tersebut keluar dari mulut saya saat hendak menukarkan kartu akses dengan KTP milik saya. Pak Sekuriti hanya menjawab "iya mas" sembari tersenyum. Saya berpamitan dan berjalan menuju halte Transjakarta bersama Rocky.

Saat di jalanan...

Kejadiaan pereyel-eyelan Bapak Sihombing dengan Pak Sekuriti masih membekas dibenak saya kala sedang duduk di kursi Transjakarta. Kenapa kok saya tadi nggak bela Pak Sekuriti ya? Padahal saya tahu, Pak Sihombing yang ngeyel kayak ibu-ibu nawar baju anak tadi jelas-jelas salah.

Kenapa sih saya nggak berani nyautin perkataan Pak Sihombing, "Maaf Pak, saya kerja di sini nih. Memang peraturannya seperti itu, dan maaf sekali lagi mungkin Bapak harusnya cek di meja resepsionis bahwa tertulis peraturan apabila lebih dari jam 22.00, berarti Bapak memang harus mengambilnya di ruang sekuriti ini."

Karena realitanya, saya cuma jadi patung yang menyaksikan orang baik seperti Pak Sekuriti dicaci maki oleh Bapak-Bapak sotoy. Walaupun saya tahu, saya juga nggak mau memperpanjang masalah. Intinya, saya belum jadi manusia yang berani bicara untuk sesuatu yang benar.

Kacangan lo Nang!






No comments:

Post a Comment

< > Home
Anang Filya © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.