Anang Filya : Bekerjalah Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras #CERPAEDAH

Sunday, February 10, 2019

Bekerjalah Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras #CERPAEDAH

Ngomongin “kerja cerdas, bukan lebih keras” saya jadi ingat dengan partner kerja di kantor saya–mohon maap keknya bakal jadi sesi bergunjing.

Sebagai manusia yang bekerja di agensi iklan, saya memiliki dua partner kerja dengan yang berbeda satu sama lain terkait attitude kerja. Sebut saja Mr. Koala dan Mrs. Panda.

Mr. Koala adalah seorang lulusan dual-degree luar negeri yang baru bekerja sebagai freelance art director selama 6 bulan. Sedangkan Mrs. Panda lulusan kampus swasta Jakarta sebagai art director—tanpa embel-embel freelance.

Mr. Koala memiliki pandangan bahwa kerja keras adalah kerja lembur bagai quda, nginep di kantor, pokoknya hal-hal simbolis yang nampak seperti dedikasi tinggi bagi perusahaan. Padahal seringkali, kebiasaan lemburnya terjadi karena ia lebih sering berangkat siang, kerjaan dilama-lamain, akhirnya mepet deadline, klien udah ngamuk, dan akhirnya harus lembur. Ya, intinya biar kelihatan lembur dan berdedikasi tinggi.

Sedangkan Mrs. Panda memliki pandangan yang 180 derajat berbeda dari Mr. Koala. Mrs. Panda berpendapat bahwa kerja keras adalah kerja yang terorganisir. Lembur adalah hal yang unecessary dan tidak akan dilakukan sampai pada akhirnya harus dilakukan. Ia lebih sering berangkat pagi, menyelesaikan apa yang harus diselesaikan, nggak dilama-lamain biar mepet deadline.

Saat ia harus lembur kira-kira sampai nginep atau sampai subuh, dia akan meminta haknya agar bisa cuti pengganti di hari-hari berikutnya. Intinya, dia berpendapat “saat gue harus kerja keras buat perusahaan, perusahaan juga harus ngerti akan hak gue”. Mrs. Panda ini intinya realistis, nggak mau caper.

Pandangan Mrs. Panda seringkali jadi bahan ejekan Mr. Koala. Ia sering kali mengejek Mrs. Panda karena sering minta libur karena lembur, atau beberapa kali izin pulang duluan karena kerjaan telah selesai.

Yaelah, jam segini balik. Mana dedikasi buat kantor. Masa anak muda gampang capek, minta libur mulu, kaya gue dong, lembur nggak masalah”, ungkap Mr. Koala kepada Mrs. Panda.



Bagi saya, ungkapan “Bekerjalah lebih cerdas, bukan lebih keras” lebih bagus kalau jadi “Kerja keras dengan cerdas”, di mana hal ini dicontohkan oleh Mrs. Panda. Ia bekerja sesuai porsinya, bekerja dengan baik namun nggak terlihat ngoyo dan tahu mana yang menjadi haknya sebagai karyawan. Walaupun memang sih, kadang nggak kelihatan kalau dia nggak kerja terlalu keras.

Bagaimana dengan Mr. Koala?

Bagi saya, hal-hal simbolik yang dilakukan oleh Mr. Koala ini klise dan tindakan dari caper dan nggak esensial. Kerja dengan alur seperti itu lebih tepat dikatakan sebagai “Kerja ngoyo dan goblok” di mana ia nggak paham akan haknya sebagai karyawan, yang penting dia kelihatan kerja keras, tapi kualitas dari ‘kerja keras’ itu nggak tau deh.

Bekerja keras dengan cerdas itu kerjain dengan baik, nggak manja tapi nggak ngoyo, nggak nyakitin diri sendiri, diorganisir dengan baik, tapi hasilnya keren-keren aja.

Mon maap kepanjangan.

Catatan: Postingan ini adalah salinan dari jawaban yang saya tulis di Quora. Semoga berfaedah!

No comments:

Post a Comment

< > Home
Anang Filya © , All Rights Reserved. BLOG DESIGN BY Sadaf F K.